SURABAYA - Kusharto, 61, warga Babatan Wiyung yang korban penembakan orang tidak dikenal di Jalan Babatan Wiyung Surabaya menyebut pelaku penembakan terhadapnya merupakan komplotan. Mereka beraksi dengan mobil warna hitam degan plat nomor polisi tidak terlihat.
"Dipepet, kaca sudah dibuka lampu mobil dimatikan langsung menembak dua kali. Yang menembak yang di belakang sopir. Kayak pistol, pendek," ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/5).
Warga Babatan II ini menambahkan, saat kejadian lokasi memang sepi karena waktu subuh atau sekitar pukul 04.30. "Lebih dua orang pelaku, tapi yang nembak satu. Wajah nggak tahu sama sekali, tapi agak putih," sebutnya.
Dia menjelaskan, akibat tembakan itu kaos yang dikenakan bolong. Ia mengalami luka memar di perut kanan dan iga.
Menurutnya, peluru yang digunakan peluru plastik. "Sebelumnya nggak pernah ada masalah. Ya baru kali ini ditembak orang," tuturnya.
Pihaknya berharap polisi segera menangkap pelaku. Sebab, mereka dirasa sangat meresahkan karena melakukan teror penembakan.
"Harapanya secepatnya ketangkap pelaku. Masyarakat banyak yang kena (tembakan). Bukan saya sendiri, tapi di tol juga ada (korban)," terangnya.
Kapolsek Wiyung Kompol Slamet Agus Sumbono mengatakan, penembakan terjadi Selasa (21/5) sekitar pukul 04.30. Saat itu korban baru saja membuang sampah di TPA Babatan.
Tiba-tiba saat berada di samping warung kopi oren ada mobil Avanza warna hitam melaju dari arah waduk Unesa utara ke selatan memepet korban. Kaca tengah mobil lalu terbuka, lalu seseorang melakukan penembakan.
Usai menembak, mobil pelaku melaju ke arah selatan, sementara korban yang kesakitan pulang ke rumah. Kemudian pukul 08.00, korban kembali ke lokasi mencari peluru dan ditemukan dua butir peluru plastik yang sempat ditembakkan ke tubuhnya.
"Saat kejadian tidak ada saksi di sekitar lokasi. Untuk CCTV masih kami cari," ucapnya. Pihaknya menyebut pelaku masih proses lidik. Untuk antisipasi supaya tidak terulang kembali, polisi akan meningkatkan patroli di jalan raya. (rus/nug)
Editor : Lambertus Hurek