SURABAYA - Polda Jawa Timur bakal memanggil jajaran perusahaan otobus dan Organda setelah terjadi kecelakaan bus pariwisata rombongan siswa SMP PGRI 1 Wonosari, Malang, di KM 695+400 jalur A Tol Jombang-Mojokerto, Selasa (21/5) malam.
Akibat kecelakaan bus menabrak truk Mitsubishi nopol N 9674 UH tersebut, dua orang meninggal dunia. Yakni, kernet bus Edi Sulistyono, 46, warga Kanigoro, Blitar, dan seorang guru Edy Crisna Handaka, 62, warga Desa Ngebruk, Sumber Pucung, Malang.
"Pak Dirlantas saya suruh mengumpulkan para pemilik perusahaan otobus, Organda, terutama perusahaan pengelola bus itu. Diajak bicara SOP, kita refresh kembali. Kalau bus sudah nggak layak sebaiknya di-grounded," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, Rabu (22/5).
Dia berharap nanti setelah bertemu, angka kecelakaan di jalan raya bisa ditekan seminimal mungkin. Menurutnya, selain memperhatikan bus, sopir juga menjadi sorotan. Sebab, seperti kejadian di Tol Jombang, diduga kuat sopir bus mengantuk sehingga oleng kemudian menabrak truk.
"Kita cek, kita akan tangani kalau sopirnya ada kelalaian akan kita proses tegas," ucapnya.
Jenderal bintang dua ini mengimbau pihak perusahaan bus untuk melakukan pengecekan secara rutin. Pengecekan meliputi kendaraan bus dan awak sopirnya.
"Perusahaan bus mohon kepedulian terhadap kondisi fisik kendaraan betul-betul seperti ramp check, kondisi sopir, kendaraan sudah tua-tua itu betul-betul dilakukan cek and ricek, dan final cek. Agar kecelakaan seperti di Jombang tidak terulang," tandasnya. (rus/rek)
Editor : Lambertus Hurek