Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

HAJI 2024: Kisah Sakir, CJH Asal Jember Berjalan Keluar Asrama Haji Embarkasi Surabaya Sepanjang Lima KM, Ditemukan di Kawasan Lebak Indah 

Rahmat Sudrajat • Rabu, 22 Mei 2024 | 16:17 WIB

 

KETEMU: Petugas PPIH Embarkasi Surabaya saat menemukan Sakir, CJH kloter 40 asal Jember (baju ungu), yang hilang setelah keluar Asrama Haji dan berjalan 5 km di kawasan Lebak Indah, Surabaya. (IST)
KETEMU: Petugas PPIH Embarkasi Surabaya saat menemukan Sakir, CJH kloter 40 asal Jember (baju ungu), yang hilang setelah keluar Asrama Haji dan berjalan 5 km di kawasan Lebak Indah, Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA – Sakir, calon jemaah haji (CJH) asal Jember, yang tergabung dalam kloter 40, ditemukan di kawasan Lebak Indah Surabaya, Selasa (21/5) sekitar pukul 18.30 WIB.

Sakir ditemukan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) lima kilometer dari Asrama Haji Embakrasi Surabaya yang berada di kawasan Manyar Kertoadi.

CJH laki-laki berusia 75 tahun itu diketahui keluar tanpa pantauan dari petugas keamanan Asrama Haji.

Padahal keamanan di depan dan area Asrama Haji Embarkasi Surabaya sangat ketat.

Menurut Sekertaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris, jemaah tersebut mengalami demensia atau penurunan daya ingat sehingga menyebabkan jemaah tersebut ingin kembali pulang ke daerah asalnya, Jember.

"Kami memperoleh informasi dari petugas kloter jam 16.00 WIB jika ada jemaah yang keluar asrama haji belum juga kembali. Akhirnya kami melakukan pencarian dan menemukan jemaah tersebut sedang berada di rumah salah satu warga," kata Haris, Selasa (21/5).

Pihaknya melakukan penjemputan ke kawasan Lebak Indah, Surabaya dimana jemaah tersebut ditemukan.

Jarak antara Asrama Haji Embarkasi Surabaya dengan lokasi ditemukannya jemaah tersebut sekitar lima kilometer.

Penjemputan tersebut dilakukan oleh petugas Embarkasi Surabaya dan pihak kepolisian.

"Kita segera melakukan penjemputan dengan mengirimkan petugas gerak cepat dengan sepeda motor supaya lebih cepat dan tidak bergeser ke tempat lain," imbuhnya.

Saat ditemukan jemaah tersebut sedang berada di rumah warga dalam kondisi aman dan tengah menggunakan seragam haji berwarna ungu.

"Alhamdulillah setelah kami berkomunikasi akhirnya kami bawa kembali ke asrama haji. Ketika itu yang bersangkutan sedang salat di rumah warga," jelasnya.

Haris menyebut jemaah itu hendak berangkat ke Bandara Juanda pukul 21.30 WIB, namun karena menunggu akhirnya mengalami mundur sedikit dari jadwal sebelumnya.

"Selisihnya dengan keberangkatan tiga jam ke bandara. Kami temukan pukul 18.30 WIB, terus kami bawa ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya," terangnya.

Setelah tiba di Asrama Haji, jemaah tersebut langsung dilakukan pemeriksaan fisik dan mental.

Ternyata Sakir menderita demensia.

Meski demikian jemaah tersebut tetap bisa terbang ke tanah suci, namun dengan syarat dilakukan pendampingan oleh pihak kesehatan dan juga istri.

"Jemaah tersebut laik terbang setelah diperiksa oleh petugas kesehatan. Kami juga sampaikan ke petugas kloter untuk melakukan pendampingan kesehatan secara terus menerus ketika di tanah suci," ungkap Haris.

Atas kejadian tersebut Haris akan mengevaluasi dan menginvestigasi tentang keamanan di asrama haji agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

"Kami akan investigasi dan evaluasi keamanan di Asrama Haji Embarkasi," tegasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#demensia #Kloter 40 #Sakir #CJH hilang #embarkasi surabaya #Asrama Haji #Haji 2024 #Asal Jember #petugas PPIH