SURABAYA - Sebanyak 100 ribu jemaah umrah asal Indonesia saat ini masih berada di tanah suci meskipun sudah memasuki musim haji 2024. Mereka diduga akan mengikuti rangkaian ibadah haji tanpa visa haji dari Kerajaan Arab Saudi.
"Kita terus berkordinasi dengan kedutaan besar Indonesia di sana (Arab Saudi) dan pihak Arab Saudi untuk segera memulangkan jemaah umrah," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Direktor Jenderal Penyelanggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Saiful Mujab, Sabtu (18/5).
Saat masa umrah ditutup seluruh jemaah umrah akan segera dipulangkan ke Indonesia. Sebab, aturan pemerintah Arab Saudi sangat ketat saat musim haji. Jadi, tidak mungkin jemaah umrah menggunakan visa umrah bisa berhaji.
Calon jemaah haji Indonesia saat ini menggunakan layanan smart card dan membawanya saat melakukan aktivitas ritual ibadah haji selama di tanah suci. Smart card tersebut merupakan pembeda antara jemaah haji asal Indonesia dengan yang tidak resmi.
Baca Juga: Bandit Bangkalan Curi Motor di Panjang Jiwo, Dijual ke Penadah di Madura, Duitnya untuk Beli Motor
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad mendapat informasi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi bahwa ada kurang lebih 100 ribu jemaah umrah asal Indonesia yang belum pulang ke Indonesia.
Kemungkinan beberapa di antaranya akan berhaji tanpa menggunakan visa haji resmi dari Pemerintah Arab Saudi.
Aziz mengingatkan bahwa ada aturan tidak boleh melaksanakan haji tanpa visa yang resmi. "Sanksinya deportasi hingga tidak bisa kembali ke Saudi hingga 10 tahun," kata Aziz. (rmt)