SURABAYA - Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, kembali dipantau pejabat Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jumat (17/5) siang. Ada beberapa catatan untuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Direktor Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Saiful Mujab memantau kedatangan calon jemaah haji (CJH) Kloter 26 dan 27 di Gedung Mina dan Musdalifah. Dia langsung memberikan catatan kepada PPIH. Salah satunya antrean terlalu lama sehingga mengurangi waktu beristirahat.
"Kita melihat di Embarkasi Surabaya ada beberapa yang perlu disempurnakan. Prinsipnya, jemaah bisa terlayani dengan baik dan secepatnya beristirahat," kata Saiful Mujab.
Dari Asrama Haji Sukolilo, dia bersama PPIH Embarkasi Surabaya meninjau layanan fast track di Bandara Juanda. Pasalnya, pada awal keberangkatan ada dokumen CJH yang sempat mengalami kendala. "Karena pertama kali fast track ada di Surabaya. Ada kalanya mengalami kendala, tapi bisa teratasi," terangnya.
Layanan fast track pada musim haji 2024 dilakukan di Surabaya, Solo, dan Jakarta. Sekitar 50 persen atau 180 ribu jemaah yang menggunakan layanan fast track sampai kemarin. "Layanan fast track ini mempermudah jemaah ketika tiba di Arab Saudi," imbuhnya.
Saiful Mujab menilai penyelenggaraan ibadah haji sejauh ini berjalan lancar. Namun, pihak kemenag terus melakukan evaluasi agar ribuan jemaah bisa terlayani dengan baik. Dia juga berharap para CJH menjaga fisik karena ibadah haji merupakan ibadah yang banyak menggunakan fisik.
"Saya mohon kepada jemaah haji untuk menjaga kesehatan, ikuti imbauan petugas selama di tanah suci. Kurangi kegiatan yang tidak bermanfaat, agar fisik tetap terjaga selama beribadah," imbaunya.
Sampai dengan Jumat (17/5) sebanyak 25 kloter dengan total 9.273 jemaah sudah diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya ke Madinah. (rmt/rek)
Editor : Lambertus Hurek