SURABAYA - Mami Yeyen alias YK membawa enam asisten dari Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, untuk memuluskan bisnis prostitusinya di Surabaya. Wanita 24 tahun itu mempekerjakan enam laki-laki itu sebagai joko Michat, aplikasi yang digunakan untuk mencari tamu hidung belang.
Enam pria muda itu sudah ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Mami Yeyen. Mereka membuat banyak akun di Michat untuk menjaring lelaki hidung belang yang hendak Open BO dengan empat gadis di bawah 18 tahun (usia anak) yang dibawa Mami Yeyen dari OKU Sumsel.
Keenam joki aplikasi ijo itu menawarkan tarif BO mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta. Setelah sepakat, si tamu diarahkan ke kamar hotel di kawasan Sukolilo, Surabaya. Ada tiga kamar hotel yang disewa Yeyen sebagai tempat eksekusi.
Berapa tarif untuk para joki Michat?
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono menyebut angka Rp 75 ribu sampai Rp 450 ribu per tamu. Upah ini tergolong tinggi karena pekerjaan sebagai joki tidak terlalu berat.
"Joki yang tawar-menawar dengan tamu," kata Hendro.
Pengakuan Mami Yen, dalam sehari anak buahnya biasa melayani 10 sampai 20 tamu. Andaikan tarif rerata Rp 500 ribu, maka seorang PSK mendapat paling sedikit Rp 5 juta per hari.
Komisi untuk seorang joki pun bisa sangat besar jika dia mampu menjajajakan empat PSK asal Sumatera itu dengan tarif maksimal. (gun)
Editor : Lambertus Hurek