RADAR SURABAYA - Sebanyak 155 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) KPU Surabaya sudah resmi dilantik, Kamis (16/5).
Pelantikan PPK itu digelar di kantor KPU Kota Surabaya dan turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi mengungkapkan, usai resmi dilantik 155 PPK akan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek).
Bimtek itu menurut Syamsi berkenaan dengan tugas kewajiban dan wewenang PPK pada Pilkada 2024 mendatang.
"Karena pilkada 2024 ini kebetulan bersamaan dengan pelaksanaan pilgub serentak, jadi memang tugasnya akan agak berbeda dibanding pilkada 2020 lalu. Jadi setelah pelantikan kemudian kami akan melakukan bimtek," kata Syamsi usai pelantikan.
Usai bimtek, Syamsi melanjutkan, tahapan dalam pilkada nanti adalah pemutakhiran data pemilih.
Sebab, Syamsi menyebut, dokumen Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sudah diserahkan oleh Kemendagri ke KPU RI.
Dari KPU, data itu nantinya akan diturunkan ke KPU Provinsi dan kabupaten/kota.
"Jadi, tahapan terdekat itu, setelah penetapan PPK kemudian bimtek lalu penetapan PPS. Kemudian, teman-teman PPK dan PPS akan berkoordinasi untuk pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih," ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengharapkan melalui petugas PPK yang sudah terlantik itu, pelaksanaan pemilu di Surabaya bisa berjalan dengan nyaman dan aman.
Menurut dia, pelaksanaan pemilu itu hanya masalah kepentingan dunia yang sesaat.
Sehingga tidak etis bila tali silaturahmi sesama warga Surabaya rusak akibat kontestasi lima tahunan ini.
"Karena Surabaya ini kita bangun dengan rasa kekeluargaan. Rasa guyub rukun. Jadi jabatan kekuasaan itu hanya sementara," tuturnya.
Dia pun meminta, ketika PPK sudah melaksanakan tugasnya, masyarakat bisa diberikan pengetahuan yang positif perihal pemilu.
PPK pun diminta untuk tetap menjaga netralitasnya sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan.
Tujuannya, agar rasa kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara bisa tetap terjaga.
"Sehingga akan memunculkan pemimpin yang baik dan memiliki akidah agama yang kuat," ujarnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa