Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nabung Rp20 Ribu per Hari, Pedagang Sate Ayam Keliling di Kalijudan Surabaya Ini Sukses Berangkat Haji

Rahmat Sudrajat • Kamis, 16 Mei 2024 | 06:55 WIB
Damhudji menata perbekalannya jelang keberangkatan haji di Asrama Haji Surabaya.
Damhudji menata perbekalannya jelang keberangkatan haji di Asrama Haji Surabaya.
 
SURABAYA - Damhudji penjual sate ayam keliling di Surabaya tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji pada tahun ini.
 
Karena jika dipikir-pikir dengan penghasilannya yang hanya Rp 50-100 ribu per hari, tentu tak cukup untuk bisa membayar biaya haji yang mencapai Rp 56 juta pada tahun ini.

Namun, pria 63 tahun itu sudah menabung untuk niatnya berangkat haji sejak 18 tahun lalu.
 
Ketika itu, ia mulai terpikir untuk berangkat ke tanah suci bersama sang istri.
 
Dengan kegigihan dan niatnya untuk berangkat haji, Damhudji rela menyisihkan penghasilan dari berjualan sate ayam sebesar Rp 10-20 ribu per hari.

"Ya kadang dapat Rp 50 ribu yang ditabung Rp 10 ribu, kadang ditabung Rp 20 ribu. Yang penting niatnya untuk ibadah haji," ujar Damhudji saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (13/5) lalu.

Setiap harinya, Damhudji yang tinggal di kawasan Kalijudan, Surabaya, itu berjualan keliling dari Kalijudan sampai Taman Suroboyo di Kenjeran, mulai dari pukul 18.00 sampai 01.00 WIB.

Awal niatnya ingin haji bersama sang istri karena ingin memenuhi rukun Islam yang ke-5.
 
Kegigihan dan harapan itu terus terpatri dalam diri Damhudji hingga akhir tahun 2015, saat ia memberanikan diri mendaftar haji bersama dengan sang istri tercinta.

Namun sayang, belum dipanggil ke tanah suci, sang istri tercinta Sunaida justru dipanggil Allah lebih dulu untuk selama-lamanya di tahun 2018.
 
Ia pun bersedih ketika mengingat perjuangan mengumpulkan uang untuk berhaji namun sang khalik berkehendak lain dengan memanggil sang istri untuk selamanya.
 
Damhudji saat mengayuh gerobak sate kelincinya keliling di kawasan Kalijudan Surabaya.
Damhudji saat mengayuh gerobak sate kelincinya keliling di kawasan Kalijudan Surabaya.


"Ya gimana namanya kita sudah niat berdua untuk haji, terus nabung, kemudian istri saya meninggal sebelum berhaji ya sedih. Tapi saya ingin wujudkan ini kepada istri saya nanti dengan menghajikan dan mendoakan di depan Ka'bah," tuturnya.

Damhudji kini sudah menjadi calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam kloter 24 asal Surabaya.
 
Dijadwalkan dia akan masuk ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (16/5), dan akan bertolak ke Madinah Jumat (17/5) siang.

"Ya alhamdulillah bisa menjalankan ibadah haji tahun dengan perjuangan keras dan panggilan dari Allah, niat saya terkabul," imbuhnya.

Dia pun telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk berhaji. Bahkan sejak pertengahan syawal lalu ia sudah tidak berjualan sate untuk menjaga fisiknya demi menjadi tamu Allah di tanah suci Makkah.
"Jaga kesehatan, tidak jualan sejak tengah Syawal sampai sekarang untuk persiapan fisik," ungkapnya.

Bahkan ia tak muluk-muluk ketika sampai di depan ka'bah, ia hanya ingin mendoakan sang istri dan minta diberikan kesehatan, keselamatan dunia akhirat serta menjadi haji yang mabrur.

"Ya ingin mendoakan istri saya semoga khusnul khatimah. Saya dan anak-anak saya diberikan kesehatan, panjang umur dan selamat dunia akhirat," harapnya.

Ketika tiba di tanah air nanti ia tak ingin dipanggil pak haji bahkan ia tetap akan berjualan sate ayam keliling lagi. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto
#pedagang sate #asrama haji surabaya #embarkasi surabaya #cjh surabaya #Haji 2024