Namun, pria 63 tahun itu sudah menabung untuk niatnya berangkat haji sejak 18 tahun lalu.
"Ya kadang dapat Rp 50 ribu yang ditabung Rp 10 ribu, kadang ditabung Rp 20 ribu. Yang penting niatnya untuk ibadah haji," ujar Damhudji saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (13/5) lalu.
Setiap harinya, Damhudji yang tinggal di kawasan Kalijudan, Surabaya, itu berjualan keliling dari Kalijudan sampai Taman Suroboyo di Kenjeran, mulai dari pukul 18.00 sampai 01.00 WIB.
Awal niatnya ingin haji bersama sang istri karena ingin memenuhi rukun Islam yang ke-5.
Namun sayang, belum dipanggil ke tanah suci, sang istri tercinta Sunaida justru dipanggil Allah lebih dulu untuk selama-lamanya di tahun 2018.
Damhudji kini sudah menjadi calon jemaah haji (CJH) yang tergabung dalam kloter 24 asal Surabaya.
"Ya alhamdulillah bisa menjalankan ibadah haji tahun dengan perjuangan keras dan panggilan dari Allah, niat saya terkabul," imbuhnya.
Dia pun telah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk berhaji. Bahkan sejak pertengahan syawal lalu ia sudah tidak berjualan sate untuk menjaga fisiknya demi menjadi tamu Allah di tanah suci Makkah.
Bahkan ia tak muluk-muluk ketika sampai di depan ka'bah, ia hanya ingin mendoakan sang istri dan minta diberikan kesehatan, keselamatan dunia akhirat serta menjadi haji yang mabrur.
"Ya ingin mendoakan istri saya semoga khusnul khatimah. Saya dan anak-anak saya diberikan kesehatan, panjang umur dan selamat dunia akhirat," harapnya.
Ketika tiba di tanah air nanti ia tak ingin dipanggil pak haji bahkan ia tetap akan berjualan sate ayam keliling lagi. (rmt/jay)