SURABAYA - Empat gadis di bawah umur asal Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dipaksa jadi pekerja seks online di Surabaya sejak awal tahun 2024. Selama empat bulan mereka diekspoitasi oleh Mami Yeyen yang juga berasal dari OKU, Sumatera Selatan.
Mami Yeyen bersama enam laki-laki sudah ditahan di Polrestabes Surabaya. Empat korban awalnya dijanjikan pekerjaan di Surabaya dengan penghasilan menggiurkan. Nyatanya, gadis-gadis itu dipaksa melayani lelaki hidung belang yang dijaring melalui aplikasi MiChat.
Enam lelaki anak buah Mami Yeyen rupanya sangat piawai menjadi joki esek-esek lewat aplikasi ijo itu. Tak heran dalam sehari seorang cewek bisa melayani 10 hingga 20 tamu.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, keempat korban melayani pelanggan tanpa diberi upah. Salah satu akhirnya berontak dan melapor.
"Kami sergap (tersangka) saat berada di sebuah apartemen, di kawasan MERR Surabaya," jelas Hendro.
Layaknya bisnis prostitusi online, komplotan Mami Yeyen berpindah-pindah hotel di Surabaya. Biasanya mereka menyewa hotel bintang tiga atau bintang dua. Dengan begitu, tarif kamar lebih murah dan biaya BO lebih terjangkau pelanggan.
Saat diamankan di kawasan Sukolilo, Mami Yeyen sebenarnya hendak pindah ke Malang untuk buka praktik serupa. Namun, kaburnya satu korban akhirnya membuat bisnis prostitusi mami yang juga mantan PSK itu berantakan. (gun)
Editor : Lambertus Hurek