SURABAYA - Empat gadis di bawah umur asal Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dijadikan pekerja seks komersial (PSK) online di Surabaya. Mereka berusia 15 sampai 16 tahun berinisial SA, MP, V, dan NDA.
Sebelumnya polisi menangkap Mami YK, 24, yang membawa rombongan dari Sumsel di salah satu hotel di Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Sang mucikari dibantu enam tersangka, yakni RS, AM, SS, RI, dan AS.
Enam pria itu bertugas sebagai joki atau makelar yang menjajakan korban melalui aplikasi MiChat. Layaknya joki profesional, mereka menggunakan banyak akun untuk menawarkan empat cewek itu kepada lelaki hidung belakang.
"Setelah ada yang tertarik mereka arahkan ke hotel," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono, Senin (13/5).
Karena masih berusia di bawah 18 tahun, pasaran cewek-cewek asal Sumsel ini terbilang tinggi. Di atas Rp 800 ribuan. Namun, kadang dilepas 500K jika pasar sedang sepi.
Saat diperiksa polisi, tersangka menyebut setiap korban bisa melayani 10 sampai 20 lelaki hidung belang saban hari.
Ironisnya, para korban tidak mendapat uang setiap melayani pria hidung belang. Sebab duit jasa kencan itu masuk ke kantong Mami YK.
"Tersangja selalu menolak memberi dengan alasan uangnya untuk membayar kebutuhan mereka sehari-hari," terang Hendro. (gun)
Editor : Lambertus Hurek