RADAR SURABAYA - Dapur Asrama Haji Sukolilo Surabaya terus disiapkan menjelang kedatangan calon jamaah haji (CJH) kloter perdana, Sabtu (11/5) pukul 06.00 WIB.
Sebanyak 40 petugas dapur Asrama Haji Sukolilo, Jumat (10/5) malam mulai mempersiapkan bumbu dasar, dan bahan untuk menu makan untuk dimasak dini hari nanti.
Kloter perdana mulai dari kloter 1 hingga kloter 5 akan tiba secara berurutan mulai pukul 06.00 hingga 16.30 WIB di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dengan total CJH sebanyak 1.855 orang.
Terlihat petugas sudah mulai mengiris daging, menggoreng tahu, hingga menumis bumbu masakan.
Selain itu beras dan telur juga sudah dipersiapkan untuk dimasak nantinya.
Kepala Dapur Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Siti Syamsiah mengatakan persiapan memasak telah dipersiapkan agar nantinya ketika jemaah datang tinggal menyajikan dan bisa langsung makan.
"Dipersiapkan mulai malam hari ini, mulai bahan mentahnya dan bumbu-bumbu agar bisa segera dimasak jam 03.00 dinihari nanti. Karena jam 06.00 jemaah sudah masuk asrama haji dan bisa buat sarapan," kata Siti, Jumat (10/5).
Siti mengaku menu jemaah pada Sabtu pagi yakni soto, kemudian siang harinya sayur asem, dan malamnya sayur sop.
Menu makanan tersebut setiap hari akan berganti.
"Besok pagi soto, terus siang sayur asem dan malam sop. Ya setiap hari menunya berbeda-beda. Dan jemaah mendapatkan makan tiga kali sehari," terangnya.
Dalam satu kloter ia menyebut disiapkan 40 kilogram beras.
Dalam sehari CJH yang masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya mencapai 5 kloter artinya disiapkan 2 kwintal beras selama sehari untuk dimasak.
"Satu kloter 40 kilogram kemudian untuk lauknya seperti daging biasanya 35 kilogram," ujar wanita yang sudah lebih 30 tahun memasak di dapur Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Demi memastikan kesehatan masakan yang dihidangkan untuk CJH, PPIH bidang kesehatan memeriksa menu yang akan disajikan, peralatan dapur kondisi dapur setiap harinya.
Menurutnya yang diperiksa biasanya air, rasa, bau makanan, sanitasi, hingga penerangan dapur.
"Ketika akan disajikan akan diperiksa dulu, nanti yang kurang apa akan ditulis dibuku pesan-pesannya,” imbuhnya.
Setiap hari setelah masak ada petugas untuk membersihkan dapur, semuanya dipel sampai steril. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa