RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serius ingin membangun tunnel atau terowongan yang menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Proyek yang sebelumnya sempat gagal terealisasi itu, pada tahun ini ditarget bakal rampung pada akhir bulan September mendatang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengungkapkan, progres dari proyek terowongan itu masih di tahapan lelang.
Pada tahun kemarin, proyek ini gagal terealisasi karena sampai akhir tahun, tidak ada kontraktor yang berhasil menjadi pemenang lelang.
Padahal, proyek yang digagas sejak tahun 2020 itu, pada tahun kemarin, pembangunannya ditarget untuk tuntas pada bulan Desember.
"Saat ini (proyek tunnel antara TIJ dan KBS) proses pengadaan atau lelang, setelah sebelumnya (pada tahun 2023 kemarin) pelelangan mengalami kegagalan," kata Irvan saat dikonfirmasi, Jumat (10/5).
Irvan memperkirakan, pada akhir bulan Mei nanti, pemkot sudah melakukan kontrak dengan pemenang lelang tersebut.
Sehingga, pelaksanaan pembangunannya bisa dikebut.
Ketika proyek ini tuntas digarap, harapannya bisa sedikit mengurangi kepadatan arus lalu lintas warga yang hendak berwisata ke KBS.
Selain itu, terowongan dengan panjang 150 meter ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu nilai tawar untuk menarik masyarakat umum berlibur ke KBS.
Karena, dengan terowongan itu, masyarakat juga akan disajikan tidak hanya berwisata ke KBS saja, tapi ada jembatan Sawung Galing yang juga jadi salah satu ikon Surabaya.
"Estimasi kontrak dengan pelaksana pada akhir bulan Mei. Kalau untuk estimasi serah terima (selesai pengerjaan proyeknya) pada akhir bulan September," ucap Ivan.
Lebih jauh, terkait anggarannya, Irvan mengaku ada kenaikan nilai anggaran jika dibandingkan dengan tahun kemarin.
Pada tahun kemarin, pemkot menyediakan anggaran untuk proyek ini senilai Rp 25 miliar.
Namun, nilai anggaran itu sebelumnya memang sempat akan dilakukan penghitungan ulang lantaran banyaknya pengerjaan utilitas untuk pembangunan terowongan ini.
"Untuk anggaran pembangunannya tahun 2024 ini Rp 35,5 miliar," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa