RADAR SURABAYA - Universitas Airlangga (UNAIR) makin menunjukkan kualitas akademisinya lewat Dr. dr. Niko Azhari Hidayat SpBTKV, Subsp.VE(K)., FIATCVS yang berhasil meraih Best Presenter Award melampaui kontestan-kontestan dari negara lain.
Pada 6th Asia Engage Regional Conference 2024 di Bangi Resort Hotel, Malaysia, Dr. Niko mengangkat karya tulisnya berjudul iVascular: Transforming Digital Telehealth Technology Innovation to Sociohumanity Goals.
Karya tulis ini berhasil meraih atensi besar dari tiga orang juri di event internasional yang berlangsung pada 6-7 Mei 2024 itu.
Melalui karya tersebut, dr. Niko yang merupakan ASN dosen di Fakultas Teknologi Maju Multidisiplin (FTMM) UNAIR sekaligus penggagas aplikasi iVascular berusaha mengeksplorasi pemanfaatan telehealth iVascular dalam memenuhi kebutuhan klinis dan tujuan sosial kemanusiaan yang lebih luas.
iVascular adalah platform promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi untuk informasi, edukasi, komunikasi, dan konsultasi kesehatan penyakit pembuluh darah (vaskular).
Hasilnya, dr. Niko menyimpulkan bahwa iVascular muncul sebagai kekuatan transformatif yang memanfaatkan teknologi informasi komunikasi untuk ketahanan kesehatan masyarakat.
Dengan memprioritaskan pencegahan, aksesibilitas, inklusivitas, serta keterlibatan masyarakat, iVascular membuka jalan menuju masa depan dimana perawatan kesehatan bukan hanya hak istimewa, tetapi juga hak yang bisa dinikmati oleh semua orang.
“iVascular merupakan wujud integrasi antara platform digital Varises Indonesia, AVShunt Indonesia, KakiDiabet Indonesia, Aorta Indonesia, dan Vascular Science Club yang dikembangkan sejak mengabdi sebagai staf di RS UNAIR Surabaya pada 2010,” jelasnya.
Sebagai motivasi utama keikutsertan dr. Niko adalah amanah yang diembannya sebagai Sekretaris World University Association for Community Development (WUACD) & Koordinator Bidang Internasionalisasi & Kolaborasi LPPM UNAIR.
Ia ingin mewujudkan pengabdian masyarakat yang sekaligus juga memajukan teknologi kesehatan digital di Indonesia.
“Penggunaan aplikasi iVascular di Indonesia sangat penting mengingat banyak kasus penyakit vaskular yang terjadi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita penyakit vaskular di Indonesia semakin meningkat sekitar 15 persen dari populasi umum, ” jelasnya.
Perjuangan dr. Niko terbayar tuntas dengan predikat Best Presenter Award mengalahkan peserta internasional lain dari Asia hingga Afrika yang turut serta dalam kompetisi tersebut.
Tidak hanya itu, dr. Niko juga berhasil mengungguli peserta yang berasal dari berbagai rumpun ilmu lain seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan politik.
Melalui capaiannya tersebut, dr. Niko ingin menyampaikan pesan penting bagi perkembangan teknologi kesehatan digital di Indonesia, beserta hidup dan dinamisnya proses transformasinya secara nasional.
Lebih lagi, dia melihat tingginya nilai potensi kebermanfaatan telekesehatan baik secara nasional maupun global.
"Kami berharap iVascular yang kami kembangkan dapat mendunia dan berdampak positif pada dunia kesehatan, khususnya kesehatan vaskular, dengan tetap berlandaskan nilai Tri Dharma," pungkas dr. Niko.
Asia Engage ini merupakan Konferensi internasional yang rutin diselenggarakan setiap 2 tahun, untuk misi penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat internasional
Wujudnya berupa keterlibatan segenap institusi pendidikan tinggi terkemuka untuk menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan antara para pemangku kepentingan multisektor yang meliputi institusi pendidikan tinggi, industri, yayasan, komunitas, LSM, dan lembaga pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh ASEAN dan Asia.
Harapan dr. Niko adalah membawa iVascular pada Asia Engage. Sebagai penutup presentasi, beliau mengajak suatu kolaborasi strategis dalam Vascular Asia sebagai ekosistem kesehatan digital yang diinisiasi iVascular (iVascular.id). (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto