ASEMROWO - Dua orang warga Jalan Tambak Mayor mendapat kunjungan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Kunjungan ini dilakukan Cak Eri di sela-sela kegiatannya ngantor di Kelurahan Asemrowo, Kamis (9/5).
Cak Eri mengunjungi dua orang yang masuk kategori keluarga miskin dan butuh intervensi pemkot. Warga pertama yang dikunjungi Eri adalah Sri Arum. Sehari-hari dia tinggal bersama seorang putra dan kelima cucunya.
Putranya bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan Sri sendiri berjualan di depan rumahnya. "Jadi, kita berikan rombong untuk jualan. Beliau ini juga menghidupi cucunya. Lah, anaknya itu istrinya meninggal," kata Cak Eri.
Menurut dia, pemkot berencana mencarikam opsi pekerjaan agar putra Sri Arum itu bisa mendapat penghasilan tetap. Sehingga, perekonomian keluarga tersebut bisa terbantu. Sebab, pekerjaan sebagai kuli bangunan yang sedang digeluti itu penghasilannya tidak tetap.
"Dia kerjanya kuli bangunan. Nanti, insya Allah, kita bisa sinergikan dengan kuli bangunan satgas agar punya penghasilan tetap," tambahnya.
Seusai mengunjungi Sri, Cak Eri melanjutkan kunjungannya ke rumah Suliati. Mirisnya, Suliati sudah dalam dua minggu terakhir mengalami kelumpuhan. Penglihatannya pun kabur gara-gara terjatuh di kamar mandi.
"Ibu ini tinggal dengan cucu angkatnya. Anak-anaknya ada di Kalimantan. Cucunya ini terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya karena harus mengurus neneknya," ungkapnya.
Melihat kondisi Suliati, Cak Eri menegaskan bahwa pemerintah kota akan segera memberikan bantuan pengobatan. Eri menyebut, Suliati akan dibawa ke RSUD Soewandhie untuk mendapat pengobatan dan perawatan hingga sembuh. Sehingga, cucunya bisa kembali melanjutkan sekolahnya.
Selain menjamin pengobatannya, pemkot juga akan memberikan bantuan lain. Mulai dari kursi roda hingga sembako. Dia berharap, dengan hadirnya pemerintah di tengah-tengah warganya yang sedang membutuhkan pertolongan itu bisa membantu meringankan beban mereka.
Sehingga, Suliati bisa kembali beraktivitas dan cucunya dapat melanjutkan sekolahnya di SMK. “Jangan sampai ada anak Surabaya tidak sekolah. Jangan sampai berhenti. Kasihan kalau tidak sekolah," pungkasnya. (dim/rek)
Editor : Lambertus Hurek