RADAR SURABAYA-Salah satu peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) ini tampak hadir dengan membawa botol infus dan sleang masih menancap di telapak tangannya.
Peserta yang diketahui bernama Muhammad Aimanur Razzaq itu menggunakan selang infus saat mengikuti UTBK sesi siang di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, Senin (6/5).
Tekad dan cita-citanya terlalu besar, sehingga langkahnya tidak terhentikan meski dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
“Saya ingin membanggakan orangtua. Di belakang saya ada banyak dukungan dari guru, teman dan pastinya dari orangtua. Masa mau nyerah? Harapannya semoga tes ini bisa maksimal dan bisa diterima di prodi pilihan saya,” kata lulusan SMAN 1 Gresik itu.
Muhammad Fathurrahman, perawat yang mendampinginya mengatakan bahwa kondisi Razzaq masih belum stabil dan masih harus diinfus.
Bahkan, dokter sebenarnya tidak menyarankan pasiennya itu untuk beraktivitas yang berat, termasuk melakukan perjalanan dari Gresik ke Surabaya sejauh 25 km.
Karena permintaan Razzaq yang gigih untuk ikut UTBK tersebut, akhirnya dokter mengizinkan untuk berangkat dengan pendampingan perawat.
“Saya ditugaskan untuk mendampingi karena takutnya ada apa-apa dengan pasien. Jujur, saya salut perjuangan dia yang meski sakit, tetapi tetap mau berjuang untuk tes masuk perguruan tinggi negeri,” ucap Fathurrahman.
Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., mengapresiasi perjuangan peserta untuk mengikuti UTBK di kampusnya.
Ada yang berjuang datang dari daerah terjauh hingga ada yang hadir dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan seperti Razzaq dari Gresik.
Dia menuturkan bahwa setiap perjuangan tidak akan sia-sia. "Siapa yang berjuang dengan sungguh-sungguh, maka hasil yang diperolehnya nanti tidak akan mengkhianati prosesnya."
“Ada banyak sekali cerita perjuangan peserta UTBK, semoga hasilnya nanti bisa membawa peserta di prodi dan kampus tujuannya masing-masing,” ucap ketua Forum Rektor ini. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto