Zd
SURABAYA - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dimeriahkan sejumlah penampilan seni budaya di Halaman Balai Kota Surabaya. Mereka yang tampil itu merupakan siswa dari tingkatan SD hingga SMP se Kota Surabaya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, Hardiknas kali ini jadi momentum Pemkot Surabaya untuk fokus dalam mengoptimalkan kurikulum Merdeka Belajar.
Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.
“Hari Pendidikan Nasional adalah bagaimana kurikulum Merdeka Belajar melibatkan SD-SMP yang dinaungi oleh Pemkot Surabaya. Kita ingin menunjukkan bahwa SD-SMP juga memiliki kemampuan di luar akademik,” kata Wali Kota Eri.
Menurut Eri, kurikulum ini adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Menurut Eri, peserta didik dan guru punya kebebasan dalam menentukan metode pembelajaran.
Oleh karena itu, dalam upaya pengoptimalan kurikulum ini, pemkot akan memperkuat fasilitas pendidikan dalam menentukan metode pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik melalui berbagai program bidang pendidikan.
“Merdeka Belajar ada Sinau dan Ngaji Bareng di Balai RW. Di sekolah setiap Jumat, pembelajarannya menggunakan (berkomunikasi) Bahasa Inggris,” ujar dia.
Eri menyampaikan, melalui kegiatan pendidikan karakter, peserta didik diharapkan dapat lebih mandiri lagi. Sehingga, ketika mereka sudah dewasa, mereka bisa menurut Eri berinteraksi dengan masyarakat secara langsung.
"Saya ingin anak Surabaya tidak hanya mengejar akademik saja, tetapi akhlak dan akidah juga tepat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, optimalisasi kurikulum Merdeka Pelajar adalah memberikan ruang pada bidang akademis, dan minat bakat peserta didik.
Anak-anak menurut dia, harus lebih banyak mengeluarkan kreatifitasnya dalam berekspresi.
"Sehingga sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk anak, baik pada bidang akademik dan praktek harus terfasilitasi,” katanya.
Dia mencontohkan semisal pada penampilan seni budaya di upacara itu. Pada penampilan itu, ada sebuah tampilan Tari Dolanan Arek Surabaya.
Tari itu menurut dia merupakan hasil kreasi dan pengembangan dari permainan tradisional anak sehingga diharapkan dapat membentuk karakter, dan kekompakan anak.
Dalam upaya pengembangan program Sinau dan Ngaji Bareng di Balai RW, Dispendik Kota Surabaya tengah menggandeng Karang Taruna untuk menjadi mentor bagi peserta didik di wilayahnya masing-masing.
Sinau dan Ngaji Bareng merupakan salah satu fasilitas pendidikan di setiap RW guna membantu siswa penguatan akademik dan pengembangan talenta.
“Harapannya ke depan, Karang Taruna bisa ikut menjadi mentor bagi adik-adiknya. Sudah ada Silabus yang dibuat oleh guru, sehingga nanti yang mengajari bisa dari Karang Taruna. Saat ini kolaborasi, ada Karang Taruna, guru, dan relawan pendidikan,” pungkasnya. (dim/jay)
Editor : Jay Wijayanto