RADAR SURABAYA - Cabai meskipun kecil, rasa pedasnya selalu dirindukan orang sebagai pembangkit selera makan. Cabai tetap menjadi salah satu bahan utama yang memberikan karakter khas pada berbagai hidangan di seluruh dunia.
Cabai yang dibudidayakan di Jawa Timur selalu diminta pasar di seluruh tanah. Salah satu pasar cabai potensial di Kalimantan Timur. Khususnya Kota Balikpapan dan Samarinda.
Sebanyak 403 kg cabe atau yang dikenal dengan nama Latin Capsicum frutescens dikirim ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Komoditas bumbu masak tersebut biasanya dikirim lewat kargo udara untuk menjaga kesegeran dan mutunya.
"Cabai rawit merupakan komoditas yang cukup rutin dilalulintaskan melalui Bandara Juanda," ungkap Suratno, pejabat karantina pertanian.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan untuk memastikan cabai yang dikirim telah disertifikasi dan dinyatakan bebas dari hama penyakit.
Di tempat terpisah, Kepala Karantina Jawa Timur Muhlis menyampaikan bahwa tugas pejabat karantina memastikan kesehatan setiap komoditas yang dilalulintaskan, termasuk cabai rawit.
"Biar kecil dan menggoda selera, cabai rawit pun tetap harus diperiksa untuk memastikan kesehatannya demi si pecinta cabai," kata Muhlis. (rek)
Editor : Lambertus Hurek