RADAR SURABAYA - Warga Jalan Gayungsari XII, Surabaya, digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di rumah Jalan Gayungsari XII Nomor 23, Surabaya pada Sabtu malam (27/4).
MI, 55, warga Perumahan Citra Harmoni, Kelurahan Trosobo, Taman, Sidoarjo, ditemukan meninggal dunia di rumah temannya. Diduga kuat korban meninggal dunia karena sakit jantung.
Mayat korban pertama kali ditemukan temannya TH di kamar lantai dua rumah sekitar pukul 17.30. Kemudian TH sempat memanggil dokter Puskesmas Gayungan.
Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia. "Ditemukan pertama kali oleh Pak TH sepulang kerja. Sempat dipanggilkan dokter dari puskesmas untuk memeriksa kondisi korban, tapi ternyata sudah meninggal dunia," ucap teman korban RKW, Minggu (28/4).
Usai dinyatakan meninggal dunia, saksi melaporkan kejadian ke Command Center 112 dan diteruskan ke Polsek Gayungan. Menurut RKW, korban beberapa hari lalu sempat menjalani perawatan medis di RSAL dr Ramelan, Surabaya.
Kemudian pada Selasa (30/4) korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis lanjut di rumah sakit yang sama. Sehingga korban singgah di rumah temannya Jalan Gayungsari XII.
Dari keterangan saksi, korban masih terlihat beraktivitas sekitar pukul 09.00. "Beberapa hari lalu pernah menjalani perawatan medis di RSAL. Karena sakit. Selasa minggu depan mau berobat check up lagi," terangnya.
Kapolsek Gayungan Kompol Catur Sulistyantomo mengungkapkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar Tim Inafis Polrestabes Surabaya terhadap mayat tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.
"Mayat punya riwayat medis sakit jantung dan dikuatkan keterangan dari anaknya yang menginformasikan bahwa bapaknya punya riwayat sakit jantung," ucapnya.
Catur menjelaskan, usai dilakukan identifikasi sekitar pukul 23.00, mayat korban dievakuasi ke RSUD dr Soetomo untuk dilakukan visum luar dan sudah didampingi pihak keluarga.
"Korban singgah di rumah temannya. Pernah berobat (di RSAL) sebelumnya. Karena selasa nanti mau kontrol lagi oleh temannya diberi tumpangan singgah," tuturnya. (rus)
Editor : Lambertus Hurek