RADAR SURABAYA - Jamur telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman purba. Dari hutan belantara hingga dapur modern, jamur telah menjadi sumber inspirasi dan kekaguman bagi banyak orang di seluruh dunia.
Jamur memiliki berbagai manfaat kesehatan yang menakjubkan. Kandungan nutrisi dalam jamur, termasuk protein, serat, vitamin, dan mineral, menjadikannya pilihan makanan yang sehat dan bergizi.
Jawa Timur dikenal sebagai salah satu sentra budaya jamur di Indonesia. Komoditas ini banyak diminta pasar di dalam dan luar negeri. Permintaan terhadap aneka jenis jamur seakan tak ada habisnya karena sangat diperlukan oleh restoran-restoran di kota besar.
Sebanyak 30 kg jamur asal Jawa Timur pekan lalu dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya dilakukan pemeriksaan oleh pejabat karantina untuk memastikan keamanan komoditas tersebut bagi manusia.
Mira, pejabat Karantina Pertanian Jawa Timur, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jamur tersebut telah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Itu menjadi prosedur operasi standar (SOP) untuk semua komoditas sebelum dilalulintaskan ke daerah lain.
"Tidak ditemukan OPTK, serta jumlahnya juga sesuai dengan permohonan, sehingga dapat diterbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan KT12," ungkap Mira.
Kepala Karantina Jawa Timur menyampaikan pentingnya dilakukan pemeriksaan setiap media pembawa yang dilalulintaskan di tempat-tempat pengeluaran.
"Berapa pun jumlah yang akan dilalulintaskan, banyak atau pun sedikit, harus tetap diperiksa dan dipastikan bebas OPTK," tutur Muhlis. (rek)
Editor : Lambertus Hurek