RADAR SURABAYA - Warga Dukuh Kupang mengeluh tidak bisa mendapat akses air bersih lantaran pipa PDAM disebut putus imbas pembangunan box culvert.
Keluhan ini viral di jagad maya dan akhirnya direspons oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya.
Kepala DSDABM Surabaya Syamsul Hariadi memaparkan, dinas sudah bekerja sama dengan PDAM terkait utilitas air bersih di sana.
Bahkan, menurut dia, di lokasi ada petugas dari PDAM yang standby bila ditemukan masalah untuk segera memperbaiki.
Terkait keluhan warga yang viral itu, Syamsul menyebut penyebabnya adalah tanah galian yang sempat longsor.
Namun, pipa yang bermasalah ini saat ini sudah diperbaiki.
"Sudah tiga kali diperbaiki penyebabnya longsor itu. Jadi pipanya ketarik. Jadi kita bareng-bareng standby," kata Syamsul, Rabu (24/4).
Syamsul menyampaikan, untuk permasalahan utilitas ini, dinas menurut dia sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait.
Sebutlah pihak PDAM yang menurut dia sudah ada yang standby on call dan di lapangan.
Ketika ada kendala dalam proses perbaikannya, maka PDAM juga akan mengirimkan pasokan tangki air bersih.
"Kalau listrik memang agak lama sudah diajukan. Jadi kendala-kendala seperti ini memang kita kadang masih saling tunggu. Sehingga pekerjaan pelaksanaanya agak kurang cepat," tambahnya.
Terkait progres pengerjaan box culvert di area tersebut, Syamsul menyebut progresnya kini sudah mencapai sembilan persen.
Target penyelesaiannya sendiri menurut dia akan rampung dikerjakan selama empat bulan.
"Sekarang sudah jalan satu bulan. Kita upayakan ada percepatan pengerjaan," ucapnya.
Di wilayah tersebut, menurut Syamsul ada dua jenis ukuran box culvert yang sedang dikerjakan.
Pengerjaan pertama berukuran 2x2 meter yang dipasang mulai dari hilir.
Sedangkan ukuran yang kedua adalah 3x3 meter. Total panjang keseluruhan pengerjaan salurannya adalah 220 meter.
"Itu karena satunya spacenya agak besar, jadi itu kita maksimalkan untuk tampungannya. Khusus yang di Dukuh Kupang Barat 1 ini dikerjakan siang hari. Soalnya kanan kirinya ini kan rumah. Terus jalannya juga bukan jalan utama. Sehingga kalau dikerjakan malam hari malah ganggu warga," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa