RADAR SURABAYA – Sebagai kota besar dan ibu kota Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya memiliki luas wilayah mencapai 350,5 kilometer persegi.
Surabaya memiliki 31 kecamatan. Di antara kecamatan-kecamatan tersebut ada yang memiliki wilayah paling luas.
Kecamatan di Surabaya yang memiliki wilayah terluas adalah Kecamatan Benowo.
Luasan wilayah kecamatan ini mencapai 23,73 kilometer persegi atau 2,3 juta hektare.
Uniknya, dari total luasan itu, 1,7 juta hektare lahannya masih berupa tanah tambak.
Kecamatan ini memiliki empat kelurahan, yakni Kandangan, Sememi, Romolalisari, dan Tambak Oso Wilangun.
Sisi bagian utara kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Gresik. Kemudian sisi selatan berbatasan dengan Kecamatan Sambikerep dan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.
Sedangkan untuk sisi barat berbatasan dengan Kecamatan Pakal dan sisi timurnya dengan Kecamatan Tandes.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya mencatat, ada sebanyak 73 ribu lebih penduduk yang mendiami kecamatan itu.
Rinciannya, 36.597 penduduk laki-laki dan 36.709 penduduk perempuan. Semuanya tersebar dalam empat wilayah kelurahan di sana.
"Ada yang pendatang ber-KTP Surabaya, ada yang warga asli lokal Surabaya," kata Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Surabaya Dian Eva.
Meskipun sebagian besar wilayahnya masih berupa tambah, namun di kawasan ini juga berdiri beberapa tempat penting dan kawasan ekonomi.
Sentra perekonomian di kecamatan ini dominasinya merupakan kompleks pergudangan. Utamanya di area kelurahan Tambak Oso Wilangun.
Selain itu, di kecamatan ini juga berdiri salah satu proyek strategis nasional yaitu flyover Teluk Lamong.
Tak hanya itu, salah satu stadion kebanggaan warga Kota Pahlawan, yakni Stadion Gelora Bung Tomo juga berdiri di kecamatan ini.
Pusat pembuangan dan pengolahan sampah terbesar di Kota Surabaya juga ada di sini, yakni TPA Benowo.
Di mana di kompleks tersebut juga berdiri pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTSa Benowo.
Karena sebagian besar wilayahnya masih berupa tambak dan persawahan, Benowo memang menjadi andalan dalam produksi garam, padi, hingga perikanan.
“Aktivitas perekonomian masyarakat juga masih banyak yang berkaitan dengan tambak dan pertanian tersebut,” imbuh Dian.
Meskipun kawasan pinggiran, namun perkembangan pembangunan di kawasan ini juga dimasifkan.
Salah satunya yakni pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang membentang dari Romokalisari, Pakal, Sememi, hingga Lakarsantri.
Meskipun jumlah penduduk di Kecamatan Benowo tidak terlalu padat, akan tetapi pembangunan pemukiman di wilayah juga cukup masif. Hal ini terlihat dari banyaknya proyek perumahan baru di kawasan tersebut.
“Bagi masyarakat menengah ke bawah yang mencari tempat tinggal memang akan memilih ke kawasan pinggir karena harganya masih relatif terjangkau. Selain itu di kawasan tengah atau pusat kota juga sudah padat dan harganya mahal,” terang Dian.
Masyarakat yang mendiami kawasan Benowo cukup beragam dan ada berbagai suku bangsa.
Mulai Jawa, Madura, Sunda, Betawi, Tionghoa, Arab, dan lain sebagainya. “Namun yang mendominasi memang suku Jawa,” imbuhnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari