Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

5 Destinasi Wisata di Surabaya yang Sudah Tutup dan Belum Ada Kejelasan Pembukaan hingga Sekarang

Jay Wijayanto • Kamis, 18 April 2024 | 22:09 WIB
Museum House of Sampoerna yang kini masih tutup.
Museum House of Sampoerna yang kini masih tutup.

SURABAYA - Mengunjungi Kota Surabaya bagi pelancong untuk bersinggah dan hanya sekadar jalan-jalan sudah biasa dilakukan.

Namun, ada beberapa destinasi wisata yang sangat disayangkan sudah ditutup karena bangkrut yang menyebabkan berkurangnya alternatif hiburan bagi warga, sehingga mereka harus mencarinya di tempat lain di luar kota.

Dampaknya, potensi pendapatan daerah dari tempat wisata turut berkurang.

Mayoritas tempat wisata di Surabaya yang tutup itu tidak mampu bertahan di tengah badai COVID-19.

Masih segar dalam ingatan bahwa pandemi COVID-19 telah menghantam dunia secara luas beberapa tahun lalu dan masih berdampak pada beberapa destinasi wisata ini.

Berikut ini beberapa destinasi wisata di Surabaya yang pernah berjaya namun kini sudah tutup.

PUING: Taman Remaja Surabaya yang kini tinggal puing.
PUING: Taman Remaja Surabaya yang kini tinggal puing.

1. Taman Remaja Surabaya

Bangunan yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa Nomor 110 Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, ini berjarak sekitar 26,5 km dari Bandara Internasional Juanda.

Pada masa kejayaannya, bangunan tersebut merupakan pusat hiburan (amusement) yang ramai di tengah Kota Surabaya. Posisinya di pusat kota menjadi saksi bisu dari ceria para pengunjung yang membawa kenangan masa lalu yang tak terlupakan.

Dikenal sebagai Taman Remaja Surabaya, sebuah destinasi wisata dengan konsep taman bermain yang telah ada sejak tahun 1971. Dari tahun 80 hingga 90an, Taman Remaja Surabaya sangat diminati oleh pengunjung, dan bahkan sampai tahun 2017 menjadi destinasi liburan dan acara lokal yang populer.

Namun, pesonanya mulai meredup seiring dengan munculnya banyak taman bermain yang menawarkan wahana permainan yang lebih beragam dan gratis.

Sejak tahun 2018, Pemerintah Kota Surabaya memutuskan untuk menutup Taman Remaja Surabaya karena beberapa masalah, termasuk ketidaksesuaian bangunan dengan izin mendirikan bangunan (IMB).

Juga persoalan tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB), serta tunggakan pembayaran lain. Selain itu, juga ditemukan pelanggaran terhadap peraturan wali kota (Perwali).

2. Water Fun Plaza Marina

Water Fun Plaza Marina juga mengalami nasib serupa, ditutup karena dampak pandemi dan kabarnya kini telah berubah menjadi lahan parkir.

Meskipun tiket masuknya terjangkau, tempat ini selalu menyedot perhatian pengunjung, terutama pelajar dari tingkat TK hingga SMA yang sering berkunjung untuk berenang.

Kolam renang water fun di Plaza Marina yang terbengkalai.
Kolam renang water fun di Plaza Marina yang terbengkalai.

3. Museum House of Sampoerna

Banyak yang tidak mengira, bahkan belum mengetahui bahwa Museum House of Sampoerna yang terletak di Jalan Rajawali telah ditutup.

Saat penulis melewati daerah tersebut, terlihat penutup yang terpasang di sepanjang pintu masuk menandakan bahwa tempat wisata tersebut tidak dapat dikunjungi.

Tidak ada informasi resmi dari pihak pengelola terkait penutupan ini. Beberapa pihak menyebut bahwa penutupan ini hanya bersifat sementara akibat pandemi COVID-19.

Museum House of Sampoerna mengisahkan sejarah kretek di Indonesia. Ketika memasuki museum, pengunjung disambut dengan aroma cengkeh yang khas. Di sini, mereka dapat melihat cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok, pemantik rokok, serta sepeda tua yang digunakan pendiri Sampoerna untuk berkeliling menjual rokok pada masa lalu.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan proses pembuatan rokok Sampoerna di museum ini. Museum House of Sampoerna juga memiliki galeri seni yang sering menampilkan karya seniman.

 

Surabaya Night Carnival sewaktu masih jaya.
Surabaya Night Carnival sewaktu masih jaya.

4. Surabaya Night Carnival (SNC)

Surabaya Night Carnival (SNC) yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Dukuh Menanggal, Surabaya, dikelola oleh sektor swasta dan dibuka pada tahun 2014.

SNC menawarkan beragam wahana menarik dan hiasan lampu yang memukau. Nama-nama wahana di sini pun unik, seperti Gondal-Gandul (Ontang-Anting), Bledek Coaster (Rollercoaster), Uber-Uberan (Sepeda Angkasa), Rumah Kinclong (Rumah Kaca), dan lain-lain.

Namun, tempat wisata ini telah berhenti beroperasi sejak pertengahan tahun 2020. Saat ini, hanya sedikit bangunan dan wahana yang tersisa setelah beberapa di antaranya dirobohkan. Penutupan tempat ini disebabkan oleh penurunan jumlah pengunjung dan dampak pandemi COVID-19.

Museum Kesehatan dr Adhyatma saat masih sering jadi jujukan kunjungan siswa sekolah di Surabaya.
Museum Kesehatan dr Adhyatma saat masih sering jadi jujukan kunjungan siswa sekolah di Surabaya.

5. Museum Kesehatan Dr. Adhyatma

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma yang lebih dikenal sebagai Rumah Sakit Kelamin, terletak di Jalan Indrapura.

Didirikan pada tahun 1951 di bawah Kementerian Kesehatan, museum ini merupakan rumah sakit pertama yang dibangun oleh pemerintah sejak kemerdekaan.

Menurut informasi dari begandring.com, museum tersebut telah dibongkar pada awal tahun 2023. Bangunan tersebut merupakan aset dari Kementerian Kesehatan dan rencananya akan digunakan untuk pembangunan sebuah tower.

Museum Kesehatan Dr. Adhyatma dahulu memiliki koleksi yang beragam, mulai dari alat-alat kesehatan hingga barang-barang yang memiliki nilai mistis dan klenik, sehingga sering disebut sebagai museum santet. (mg/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#museum house of sampoerna #wisata surabaya #surabaya night carnival #Taman Remaja Surabaya #museum kesehatan dr adhyatma #Water Fun Plaza Marina