RADAR SURABAYA - Kota Surabaya merupakan kota metropolis yang cukup padat dan maju.
Kota Pahlawan memiliki jumlah penduduk lebih dari 3 juta jiwa. Setiap tahunnya, angka ini selalu bertambah.
Penduduk tersebut tersebar ke dalam 31 kecamatan yang ada di seluruh Surabaya.
Sebutlah pada tahun 2021 lalu, angka penduduk di Surabaya sebanyak 2.880 juta jiwa. Kemudian pada tahun 2022, angkanya naik menjadi 2.887 juta jiwa. Pada tahun 2023, jumlah penduduk ini kembali naik menjadi 2.893 juta jiwa.
Namun apakah sudah tahu kecamatan mana di Surabaya yang jumlah penduduknya terbanyak dan terpadat?
Berdasarkan data yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, kepadatan penduduk terbanyak berada di wilayah Kecamatan Simokerto dengan total jumlah penduduk sebanyak 33.460 jiwa.
"Tertinggi Simokerto 33.460 jiwa per km². Kemudian Kecamatan Sawahan 28.195 jiwa per km². Diikuti Kecamatan Bubutan, 24.627 jiwa per km² dan yang terakhir Kecamatan Tambaksari 24.409 jiwa per km². Itu yang tertinggi," kata Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Surabaya Dian Eva.
Dian menyampaikan, mayoritas penduduk yang mendominasi di empat kecamatan itu merupakan warga asli Surabaya.
Namun, dia pun tidak mengelak, jika ada juga warga pendatang yang juga turut menetap di wilayah-wilayah tersebut.
"Tentunya juga ada warga pindahan meskipun bukan mayoritas dan tentu juga sudah ber-KTP Surabaya," ujarnya.
Kecamatan Simokerto sendiri terbagi menjadi lima kelurahan, yakni Kelurahan Kapasan, Kelurahan Sidodadi, Kelurahan Simokerto, Kelurahan Simolawang, dan Kelurahan Tambakrejo.
Asal diketahui, Kecamatan Simokerto sendiri merupakan kecamatan dengan luas paling kecil diantara 31 kecamatan yang ada di Surabaya.
Luas Kecamatan Simokerto hanya sekitar 2,59 km². Luas tersebut hanya sekitar 10 persen dari luas kecamatan terluas di Surabaya, yakni Kecamatan Benowo yang luasnya sekitar 23,73 km².
Penduduk di Kecamatan Simokerto adalah campuran antara warga asli (ber-KTP) Surabaya dan warga pendatang yang berdomisi di sana.
Suku dan ras di kecamatan tersebut juga beragam, mulai Jawa, Madura, Tionghoa, Sunda, Arab, dan lain sebagainya.
Kecamatan Simokerto menjadi kawasan padat penduduk. Wilayah ini merupakan kawasan umum yang tak spesifik menjadi kawasan tertentu.
Di kawasan ini juga tak banyak industri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Surabaya tahun 2019, di kecamatan ini hanya terdapat 12 industri sedang.
Di kawasan ini lebih menonjol sebagai kawasan pemukiman dan perdagangan.
Ada beberapa pasar yang menjadi jujukan dan cukup ikonik di kecamatan ini, yakni Pasar Kapasan, Pasar Tambakrejo, Pasar Sidotopo, dan Pasar Loak Gembong. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari