RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur masih dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau alias pancaroba. Musim kemarau diperkirakan terjadi pada akhir April dan Mei 2024.
Kepala BMKG Juanda Surabaya Taufiq Hermawan menjelaskan, suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih hangat mengakibatkan peningkatan pasokan uap air di atmosfer.
Analisis udara atas menunjukkan atmosfer dalam kondisi labil dan lembab mulai lapisan bawah hingga atas. Selain itu, terdapat gangguan gelombang atmosfer ekuatorial Rossby sehingga mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang masif di wilayah Jawa Timur.
BMKG Juanda mengingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, utamanya pada periode 16 - 21 April 2024. Termasuk di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Malang Raya, Pulau Madura.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es pada periode 16 - 21 April 2024," sebut Taufiq Hermawan.
Oleh karena itu, BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin dan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.
Masyarakat juga diminta lebih mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. (rek)
Editor : Lambertus Hurek