RADAR SURABAYA - Gunawan pernah mencoba maju sebagai pasangan calon wakil wali kota Surabaya jalur independen bersama Moh Yasin pada Pilwali Surabaya 2020. Namun, bapaslon Madura-Tionghoa itu dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Belajar dari pengalaman pilwali empat tahun lalu, Gunawan berpendapat paslon independen bakal sulit mengikuti konstetasi Pilwali Surabaya tahun ini. Sebab, masa pendaftaran pada akhir Agustus 2024. Hanya tiga bulan lebih.
"Syarat calon independen tahun ini juga lebih susah karena minimal dukungannya naik jadi 144 ribuan. Kalau melihat batas waktu yang mepet ya cukup sulit," kata Gunawan kepada Radar Surabaya, Senin (15/4).
Menurut politikus Perindo ini, waktu tiga bulan untuk persiapan syarat administrasi kependudukan (sarminduk) hingga 144 ribu dukungan KTP itu sangat berat. "Apalagi di tengah bayang-bayang ancaman Undang-Undang PDP untuk Sarminduk Independen," katanya.
Meski berat, Gunawan menyebutkan tetap terbuka peluang bagi pasangan calon independen untuk berpartisipasi dalam pilwali pada 27 November 2024. Khususnya bagi tokoh yang punya pengalaman mencoba maju lewat jalur independen seperti dirinya.
"Ada beberapa orang ajak aku untuk maju lagi karena situasinya sudah beda dibanding 2020. Tapi aku menyarankan yang muda aja yang maju. Aku yang back up," kata politikus yang pernah aktif di PSI dan Nasdem itu.
Gunawan melihat ada kemungkinan muncul bakal paslon independen dalam waktu dekat. Bisa jadi wajah lama, bisa wajah baru. Dengan begitu, pilwali nanti bakal lebih demokratis dan kompetitif. Sejauh ini baru Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi selaku petahana yang terlihat serius bakal maju.
Menurut dia, bakal paslon yang diusung partai-partai pun harus segera dimunculkan karena agenda pilwali sudah sangat dekat. (rek)
Editor : Lambertus Hurek