SURABAYA - Tim dari Universitas Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tidak berhasil melihat kemunculan hilal penentu 1 Syawal 1445 Hijriah, karena kondisi langit di wilayah setempat tertutup awan tebal, Selasa (9/4).
"Lintang min tujuh derajat, cuaca sedang tidak mendukung. Untuk kategori awannya ini tebal sehingga tidak memungkinkan," kata Dosen Ilmu Falaq UINSA Surabaya Elly Uzlifatul Jannah.
"Kalau dari luar Jawa semoga bisa terlihat di Kupang, NTT. Tadi pagi ada laporan Bosscha lumayan cerah," katanya.
Proses rukyatulhilal juga melibatkan belasan mahasiswa Ilmu Falaq UINSA yang sudah duduk berjajar, sejak pukul 16.00 WIB.
Para mahasiswa juga mendapatkan materi terkait dengan pelaksanaan penentuan Idul Fitri yang rutin.
Tim pemantauan juga menjelaskan masing-masing fungsi alat untuk rukyatulhilal.
Belasan mahasiswa diberikan kesempatan untuk menjajal fungsi setiap alat pemantau. (jay)
Editor : Jay Wijayanto