SURABAYA - Pemkot Surabaya bersiap menggelar kembali Salat Idul Fitri 1445 Hijriah. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal mengikuti Salat Idul Fitri di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya bersama keluarga.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya Arief Boediarto mengatakan, waktu pelaksanaan Salat Idul Fitri di Taman Surya masih menunggu keputusan sidang isbat yang digelar oleh pemerintah pusat pada, Selasa (9/4).
Pemkot memastikan, jika sudah diputuskan hari dan tanggalnya, maka pemkot siap mengikuti.
"Nah, pada saat hari pelaksanaan nanti akan dimulai tepat pukul 06.00 WIB. Jadi, mulai habis subuh atau sekitar pukul 05.00 WIB, takbir akan terus berkumandang sembari menunggu jemaah, tepat pukul 06.00 WIB," ujarnya, Selasa (9/4).
Kata Arief, yang akan bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri di Taman Surya nanti adalah Prof Akh Muzakki.
Dia merupakan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Sedangkan yang akan bertindak sebagai imam yakni, KH Abdul Hamid Syarifuddin.
Dia merupakan qori nasional dan sebagai Imam di Masjid Nasional Al Akbar.
Kemudian, pembacaan takbir akan dikumandangkan oleh 5 orang yang berasal dari Masjid Al Muhajirin.
"Pak Wali Kota bersama keluarga besarnya Insya Allah akan mengikuti Shalat Id di Taman Surya," katanya.
Arief menyampaikan, sejumlah persiapan sudah dilakukan bersama Perangkat Daerah (PD) lainnya di lingkungan Pemkot Surabaya.
Termasuk sejumlah personel yang akan disiagakan untuk mengatur parkir jemaah, mengatur alur masuk jemaah hingga saf, dan juga mengatur alur kepulangan jemaah.
"Jadi, teman-teman pemkot sudah menyiapkan semuanya dari sekarang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang saat ini sedang memasang backdrop acara tersebut, termasuk pula saf salatnya juga sudah kita tata," bebernya.
Dia mengajak warga Kota Surabaya untuk ikut Salat Idul Fitri di Taman Surya bersama Wali Kota Eri Cahyadi.
Namun, dia juga mengingatkan semua jemaah yang akan mengikuti ikut Salat Idul Fitri di Taman Surya untuk membawa sajadah masing-masing. Tujuannya agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.
"Soalnya kadang ada yang bawa koran dan setelah salat langsung ditinggal dan itu akhirnya menjadi sampah di halaman balai kota. Memang teman-teman DLH sudah stand by untuk membersihkan, cuma kan lebih elok kalau kita bersama-sama menjaga kebersihan di Taman Surya," imbuhnya. (hil/jay)
Editor : Jay Wijayanto