RADAR SURABAYA - Kakao bubuk jadi salah satu komoditas ekspor andalan Jawa Timur. Permintaan dari luar negeri masih tinggi. Khususnya setelah pandemi covid yang sempat mengguncang dunia selama tiga tahun.
Sebanyak 30 ton kakao bubuk dikapalkan ke Pakistan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Hasil pertanian Jawa Timur itu milik sebuah perusahaan eksporter di Sidoarjo.
Pejabat Karantina Jawa Timur Nurangga mengatakan, komoditas kakao bubuk itu nilainya sekitar Rp 1,06 miliar. Diekspor ke Pakistan menggunakan dua kontainer berukuran 20 kaki.
"Selanjutnya diangkut menggunakan Kapal Sevillia V.925N dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Kota Karachi di Pakistan," kata Nurangga.
Sesuai prosedur tetap, petugas melakukan pemeriksaan administratif dan kesehatan untuk memastikan keamanan komoditas itu sebelum dikapalkan. Hasilnya aman.
“Sudah kita periksa. Semua dokumen lengkap dan sesuai secara fisik juga sesuai dan bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina(OPTK),” ungkapnya.
Kepala Karantina Jawa Timur, Muhlis Natsir menyampaikan Phytosanitary Certificate (PC) merupakan jaminan kesehatan untuk komoditas kakao yang dikirim. Nantinya akan digunakan untuk proses quarantine clereance di negara tujuan.
"Sehingga komoditas kakao bubuk tersebut dapat masuk, diterima dan sampai pada pembelinya," kata Muhlis. (rek)
Editor : Lambertus Hurek