RADAR SURABAYA - Kerajinan tangan limbah kulit kerang asal Jawa Timur ternyata diminati Jepang. Sebanyak 850 satuan kulit kerang senilai Rp 29 juta dikapalkan ke negara sakura melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Produk-produk unik dan ramah lingkungan ini kini mendapat sambutan hangat dari pasar luar negeri. Kerajinan kulit kerang tergolong kategori risiko rendah sehingga tindakan karantina yang dilakukan berupa pemeriksaan kesesuaian jumlah dan jenis yang dilanjutkan dengan penerbitan sertifikat ekspor.
Kepala Satpel Tanjung Perak, Hardono menjelaskan bahwa Kerajinan kulit kerang Jawa Timur sampai saat ini telah menembus pasar ekspor ke beberapa negara. Di antaranya, Turki, Belanda, Jepang, China, India, Amerika Serikat, Jerman, Australia, Uni Emirat Arab, dan Syria.
Kepala Karantina Jatim Muhlis Natsir di tempat terpisah menyampaikan bahwa Karantina Jawa Timur menjamin produk yang dikirim melalui penerbitan sertifikat ekspor karantina dalam rangka meningkatkan kepercayaan pembeli maupun otoritas kompeten di negara tujuan sehingga keberterimaan produk dalam negeri yang diekspor dapat meningkat.
"Kami menjamin produk kerajinan dari limbah ikan ini dapat diterima oleh negara tujuan. Dan, kita terus fasilitasi produk dari Jatim agar bisa bersaing di pasar Internasional." tutur Muhlis. (rek)
Editor : Lambertus Hurek