SURABAYA - Pengguna media sosial sedang ramai membicarakan kasus penganiayaan yang menimpa anak dari selebgram Aghnia Punjabi.
Anak tersebut diduga menjadi korban penganiayaan oleh pengasuhnya yang diketahui berinisial IPS.
Anak perempuan Aghnia mengalami lebam parah di sekitar mata kiri dan luka di telinga kanannya hingga sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kejadian yang menimpa anak Aghnia ini, membuat para orangtua semakin prihatin terhadap keamanan dan kesejahteraan anak-anak mereka.
Anak merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua, dan insiden semacam ini mengingatkan akan pentingnya pemilihan dan pengawasan terhadap pengasuh anak.
Mengambil pelajaran dari kejadian yang menimpa Aghnia, bagaimana cara orangtua agar bisa mengetahui baby sitter atau pengasuh anak dapat dipercaya sepenuhnya?
Berdasarkan informasi dari laman Child Rescue Coalition, terdapat enam tips yang sebaiknya dipertimbangkan orangtua ketika memilih pengasuh untuk memastikan keselamatan anak agar tidak terancam.
Berikut adalah beberapa tipsnya.
1. Lakukan pemeriksaan latar belakang calon pengasuh.
Pastikan untuk melakukan pemeriksaan latar belakang yang menyeluruh terhadap calon pengasuh dengan mengumpulkan informasi tentang riwayat pendidikan, pengalaman kerja, serta mengecek referensi dari orang-orang terpercaya.
Selain itu, perlu juga dilakukan verifikasi terhadap riwayat kejahatan yang mungkin dimiliki oleh calon pengasuh untuk memastikan keselamatan anak Anda dalam keputusan memilih pengasuh.
2. Lakukan wawancara secara langsung dengan calon pengasuh.
Selain melakukan pemeriksaan latar belakang yang komprehensif, penting juga untuk wawancara secara menyeluruh dengan calon pengasuh.
Baca Juga: Adi Sutarwijono Calon Kuat Ketua DPRD Surabaya, tapi Masih Tunggu Keputusan Resmi Megawati
Selama wawancara, perhatikan dengan seksama bagaimana calon pengasuh berinteraksi dengan anak-anak, baik dalam suasana formal maupun informal.
Wawancara secara langsung ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kemampuan dan kecocokan calon pengasuh dalam merawat anak Anda.
3. Memeriksa referensi yang pernah mempekerjakan calon pembantu.
Pastikan untuk melakukan verifikasi terhadap referensi yang diberikan oleh calon pengasuh, dan jangan ragu untuk menghubungi orang-orang yang memberikan referensi tersebut guna mendapatkan informasi lebih lanjut.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan gambaran yang akurat tentang pengalaman dan kualitas kerja calon pengasuh sebelum membuat keputusan final.
4. Jangan abaikan insting Anda sebagai orangtua.
Jika Anda merasa tidak nyaman atau ragu terhadap calon pengasuh, jangan ragu untuk mencari alternatif lain.
Insting orang tua sering kali menjadi sinyal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pemilihan pengasuh untuk memastikan kesejahteraan dan keselamatan anak Anda.
5. Pastikan sistem pengawasan yang anda terapkan terstruktur.
Pastikan bahwa pengasuh akan mendapat pengawasan yang ketat dan teratur, serta pastikan tersedianya mekanisme yang memungkinkan untuk melaporkan masalah atau kekhawatiran kepada Anda sebagai orangtua.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa Anda tetap terinformasi dan dapat mengambil langkah yang diperlukan jika diperlukan, sehingga keselamatan dan kesejahteraan anak selalu terjaga.
6. Mengedukasi anak untuk mengambil keputusan dalam menyelamatkan diri.
Sampaikan kepada anak-anak Anda tentang pentingnya keselamatan pribadi dan berikan pemahaman kepada mereka tentang langkah-langkah yang harus diambil jika mereka merasa tidak aman.
Melalui pendidikan seperti ini, Anda dapat membantu anak-anak Anda menjadi lebih sadar dan siap menghadapi situasi yang mungkin berisiko, serta memberikan mereka kepercayaan diri untuk mengambil tindakan yang tepat dalam situasi yang memerlukan.
Dengan langkah-langkah ini, orangtua dapat memiliki keyakinan bahwa anak-anak mereka berada dalam lingkungan yang aman dan mendapatkan perawatan yang tepat saat tidak bersama mereka.(mg2/sat/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto