SUDAH 13 tahun tak berpenghuni, sebuah rumah di kawasan Ngagel Jaya Surabaya kini menjadi rumah angker yang meyimpan banyak misteri.
Hal ini diawali dari tahun 2008 silam, dimana di rumah tersebut terjadi insiden pembunuhan yang merenggut empat nyawa sekeluarga sekaligus.
Satu keluarga yang hidup harmonis dan damai itu harus berakhir tragis.
Sepasang suami istri dan dua anaknya yang masih balita ditemukan tewas di rumah mereka seminggu sebelum Idul Fitri.
Pembantu rumah menjadi saksi pertama yang menemukan kejadian tersebut.
Selain itu, ditemukan juga tulisan yang ditulis dengan darah di tembok kamar yang berbunyi: "Aku diakalin oleh orang saja"
Namun maksud dari tulisan tersebut masih menjadi misteri bagi warga dan petugas sampai kini.
Diduga bahwa pembunuhan terhadap anggota keluarga tersebut dilakukan oleh pemilik rumah.
Belasan tahun berlalu, rumah itu kini kosong. Kondisi bangunannya sangat tak layak untuk dihuni.
Daun pintu dan jendela hilang. Atapnya rusak dan sebagian tembok sudah runtuh.
Hanya sebagian kecil dari bangunan itu yang masih berdiri.
Sementara tembok yang masih tersisa berdiri mengindikasikan bahwa bangunan tersebut dulunya terbagi menjadi beberapa ruangan.
Akses masuk ke bangunan itu pun tidak mudah.
Tim dari JawaPos bersama Komunitas Indigo dan Telepati Surabaya (KITS) yang pernah mengadakan ekspedisi ke rumah ini pada Kamis malam, 22 Juli lalu, langsung dihadapkan dengan rumput liar yang cukup tinggi.
Konon rumah kosong ini diyakini sebagai tempat tinggal bagi berbagai makhluk gaib. Seperti genderuwo, jin dan kuntilanak.
Ekspedisi itu diawali dengan Ketua KITS Bagus Empu Batu memulai proses pembakaran dupa, yang kemudian diikuti dengan interaksi metafisika.
Sejak awal kedatangan, rombongan sudah mencium aroma pekat amis darah. Suasana mistis seketika merambah.
Kemudian tanpa sebab yang jelas, seketika hati terasa derita dan pilu.
Tak selang berapa lama, disusul dengan suara jeritan teramat sakit yang langsung didengar oleh salah satu anggota KITS.
Makhluk astral di tempat tersebut merasa terganggu. Beberapa genderuwo mulai mengganggu kehadiran tim.
"Semua makhluk di sekitar kami memperhatikan dan merasa sedikit terganggu," ujarnya. Tidak hanya satu, ada banyak makhluk gaib yang berada di lokasi tersebut.
Kerikil dilemparkan dengan sengaja, tanpa tahu arah dari mana datangnya, dan ketika henda merekam tiba-tiba lensa kamera buram tak dapat mengambil gambar maupun video dengan jelas.
Ternyata mereka sudah ditunggu dari sejak awal masuk rumah oleh sosok wanita berpakaian serba putih (Kuntilanak) yang diam berdiri di sebelah utara rumah.
Menurut Bagus, rumah tersebut menarik banyak energi negatif, sehingga banyak makhluk gaib dari luar yang masuk ke dalamnya.
Kini rumah itu menjadi seperti istana genderuwo dengan banyaknya mahluk astral ini mulai dari yang masih anak-anak hingga dewasa, yang lalu-lalang di dalam bangunan yang sudah tak utuh secara fisik tersebut.
Selain itu, terdapat banyak jin yang tinggal di dalam rumah tersebut yang sering mengganggu pengendara yang melintas, terutama pada malam hari.
Banyak yang melihat sosok bapak-bapak tua yang menjaga pintu gerbang.
Tak heran, cerita para pengemudi ojek online sering mengalami kejadian mistis saat mengantarkan makanan atau menjemput penumpang ke alamat rumah tersebut, padahal rumah itu sudah tidak berpenghuni dan terkenal menyeramkan.
Di sana seringkali ada kejadian gaib yang dialami oleh para pengendara yang melintas di depan rumah itu pada malam hari.
Oleh karena itu, disarankan untuk selalu waspada saat melewati area rumah tersebut terutama pada malam hari untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian mistis. (mg1/gus/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto