SALAT tarawih adalah sholat sunah yang memiliki status sunah muakkad, yang berarti sholat sunah ini diperkuat atau dijaga secara khusus.
Rasulullah Muhammad SAW sendiri rajin melaksanakan salat tarawih dan tidak pernah meninggalkannya selama bulan Ramadan.
Asal kata "tarawih" berasal dari bahasa Arab تَرْوِيْحَةٌ yang berarti "waktu sesaat untuk istirahat", menunjukkan pentingnya salat ini sebagai momen untuk beristirahat sejenak dalam ibadah.
Salat tarawih dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau musala.
Namun salat sunah tersebut juga dapat dikerjakan sendiri atau berjamaah bersama keluarga di rumah.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih karena melalui salat sunah ini, agar dosa-dosanya di masa lalu diampuni.
Hadits Nabi SAW tentang Salat Tarawih:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya:
“Barang siapa melakukan salat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Memang sesuai dengan anjuran bahwa di bulan Ramadan ini umat Islam disarankan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
Sebab, amalan ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadan akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Sedangkan menurut Kitab Durrotun Nasihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawiyyi, salat tarawih memiliki keutamaan yang berbeda-beda setiap harinya.
Berikut adalah keutamaan dan pahala yang dapat kita peroleh dari melaksanakan salat tarawih di malam ke-22 dengan penuh keikhlasan dan ketulusan kepada Allah SWT.
Barang siapa salat tarawih pada malam ke-22 kelak datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
وفى الليلة الثانية والعشرين جاء يوم القيامة امنا من كل غم وهم
Pada malam yang ke-22, jika hari kiamat tiba maka yang menunaikan salat tarawih akan selamat dari segala bentuk kesusahan dan kebingungan. (mg1/gus/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto