Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengenal Tradisi Mewarnai Telur Paskah dan Tradisi Makan Bersama selepas Misa Minggu Paskah di NTT

Lambertus Hurek • Minggu, 31 Maret 2024 | 16:28 WIB
Ornamen telur paskah dan kelinci untuk memeriahkan Hari Raya Paskah di Surabaya (PEMKOT SBY)
Ornamen telur paskah dan kelinci untuk memeriahkan Hari Raya Paskah di Surabaya (PEMKOT SBY)

RADAR SURABAYA - Puncak pekan suci umat kristiani adalah Hari Raya Paskah, Minggu (31/3/2024). Paskah memang selalu jatuh pada hari Minggu untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus pada hari Minggu.

Di gereja-gereja di Surabaya biasanya selepas misa Minggu Paskah diadakan acara lomba mewarnai dan mencari telur paskah. Ada juga simbol Paskah lainnya, yakni kelinci.

Mengapa telur? Jauh sebelum agama Kristen mengadopsi telur sebagai simbol Paskah, menurut Deutsche Welle Jerman, telur sudah dianggap sebagai simbol kesuburan. Juga simbol kelahiran baru. Menjadi manusia baru seperti yang diamanatkan Sang Kristus.

Selama Pekan Suci Paskah Ortodoks Yunani, keluarga secara tradisional mengumpulkan dan mewarnai telur pada hari Kamis Putih. Warna merah melambangkan darah Kristus yang ditumpahkan di kayu salib.

Sedangkan telur sendiri melambangkan makam Kristus. Dan memecahkan telur melambangkan kebangkitan Kristus.

Di Antigua, Guatemala, keluarga berkumpul selama Semana Santa atau Pekan Suci untuk membuat alfombra. Semacam karpet yang menutupi jalan-jalan berbatu.

"Terbuat dari serbuk berwarna, pinus, bunga segar, buah-buahan dan sayuran, alfombra menampilkan tema keagamaan. Namun juga mengacu pada tradisi Maya, alam, dan sejarah Guatemala," tulis DW Jerman.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Flores dan Lembata, hari raya Paskah identik dengan acara makan besar. Desa atau stasi yang dapat giliran sebagai tuan rumah pekan suci menjamu umat Katolik dari desa-desa sekitarnya yang berada dalam satu paroki.

Acara makan bersama biasanya dilanjutkan dengan tarian tradisional bersama hingga sore. Setelah itu umat kembali ke desa masing-masing.

"Paskah di NTT jauh lebih ramai ketimbang Natal karena liturgi pekan suci berlangsung selama empat hari: Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Santo (Suci), dan Minggu Paskah," kata Lepan Batan asal Lembata. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#telur paskah #malam paskah surabaya 2024 #makna telur paskah #pekan suci di surabaya