RADAR SURABAYA - Polisi mengungkap identitas pelaku pencurian motor Kawasaki Ninja yang dimassa warga hingga babak belur di Jalan Dukuh Pakis I, Surabaya.
Palaku adalah FS, warga Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
"Tersangka inisial FS, 37, alamat Kecamatan Kenjeran, Surabaya," ujar Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Achmadi kepada Radar Surabaya, Kamis (28/3).
Achmadi mengungkapkan, tersangka sementara masih dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Polda Jatim.
Kondisinya mengalami luka parah setelah dimassa warga yang geram akibat ulahnya.
"Masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Polda. Untuk yang perempuan sementara masih saksi, wajib lapor ke Polsek. Pengakuannya hanya diajak jalan," jelasnya.
Ditanya tersangka sudah berapa kali beraksi mencuri motor, Achmadi menyebut masih menunggu kondisi tersangka bisa dimintai keterangan. "Belum bisa diperiksa, nunggu perkembagan dari RS," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejoli pencuri motor yang beraksi di indekos Jalan Dukuh Pakis I No.28, Surabaya dimassa korban bersama warga, Selasa (26/3) sekitar pukul 04.14 WIB.
Mereka tepergok mencuri motor Kawasaki Ninja milik Harmono, 30, seorang penjaga kos.
Untuk pelaku eksekutor babak belur usai dihajar menggunakan tangan kosong warga.
Pelaku yang mengaku warga Bulak Banteng itu kini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Polda Jatim karena mengalami luka parah.
Sementara, pelaku perempuan ASW, 34, warga Kupang Krajan, Kupang Kecamatan Pakem, Bondowoso diamankan di Mapolsek Dukuh Pakis.
Pemilik motor Harmono mengatakan, pelaku beraksi Selasa (26/3) sekitar pukul 04.14 WIB.
Saat itu kondisi pintu pagar depan kos tidak terkunci.
Sebab, kondisi pagi hari banyak anak kos baru saja keluar membeli makan sahur dan waktu subuh.
Tiba-tiba, ada seorang pelaku pencurian motor datang ke lokasi.
Pelaku yang eksekutor laki-laki masuk ke parkiran kos.
Dia sempat mondar-mandir memantau motor sasaran.
Setelah dua kali keliling, pelaku lalu menuju motor Kawasaki Ninja milik korban.
"Saya sudah bangun di dalam, tiba-tiba dengar suara ceklek saya langsung keluar motor sudah tidak ada," ujarnya ditemui di lokasi, Selasa (26/3).
Harmono melihat pelaku sudah mendorong motor keluar pagar kos.
Namun, sebelum keluar pelaku menyalakan mesin motor.
Melihat hal itu, Harmono lari, lalu menendang pelaku dengan kaki sekuat tenaga.
Akhirnya, pelaku dan motor jatuh. Pelaku tak menyerah.
Dia kabur keluar kos dan menuju motor sarana yang ditunggangi pelaku perempuan sebagai joki.
"Saya kejar lari kedepan sambil teriak maling-maling lalu tendang motor di depan balai RW. Di situ pas mau bonceng yang cewek pakai motor Beat merah langsung roboh," ungkapnya.
Pria 30 tahun ini lalu menghajar pelaku bersama warga hingga babak belur.
Sementara pelaku perempuan diamankan warga.
Menurut Harmono, setelah digeledah di saku celana pelaku ditemukan kunci T dan kunci magnet.
Pelaku yang laki-laki tidak membawa identitas.
Saat diinterogasi pelaku mengaku tinggal di Bulak Banteng.
"Pelaku yang perempuan pernah kos di sini sebulan. Tepatnya sekitar setahun lalu. Informasinya pelaku perempuan pacarnya, ya mungkin dia yang menunjukkan lokasi," bebernya.
Usai kejadian, lanjut Harmono, lalu melapor ke pihak RT setempat dan diteruskan ke Polsek Dukuh Pakis.
Pelaku lalu dibawa menggunakan mobil polisi ke Polsek Dukuh Pakis.
"Iya dibawa ke rumah sakit, katanya belum sadar pelaku yang laki," terangnya.
Kapolsek Dukuh Pakis Kompol Achmadi melalui Kanit Reskrim Ipda Bambang Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan sejoli dua pelaku pencurian motor telah diamankan.
"Yang cewek diamankan di Mako (Polsek). Yang laki-laki masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim, belum sadar," tuturnya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri ini menambahkan, dari keterangan korban pelaku memakai motor Beat warna merah.
Dia tepergok saat mencuri motor Kawasaki Ninja sekitar pukul 04.14 WIB.
"Kita belum tahu keterangan tersangka, nanti didalami lagi. Kunci T diamankan. Mohon waktu, pelaku yang laki belum sadar," pungkasnya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa