SURABAYA - Di sebuah gudang peninggalan zaman Belanda di kawasan Ngagel Surabaya, banyak kejadian mistis terjadi.
Seperti, pengalaman Sugianto, 40, seorang pekerja yang menjalankan usaha pemotongan granit, marmer, dan batu alam di dalam komplek pergudangan.
Pria paruh baya ini seringkali bertemu dengan makhluk halus ketika berada di tempat kerjanya.
Makhluk-makhluk tersebut dapat berwujud kakek tua, pria yang tidak dikenal, dan wanita berambut panjang.
Pada bangunan tua yang tak terurus itu yang merupakan bekas dari pabrik kelapa sawit, Sugianto mengaku sering melihat sosok berseliweran di sekitar sudut gedung ini.
"Saya lihat sosok sekelebatan di sebelah sana, juga sebelah kiri sini."
Ia menjelaskan sambil menunjuk-nunjuk sekitar gudang itu.
Meskipun sering mendapat pengalaman horor yang terjadi pada dirinya, hal itu menjadi cerita yang sangat menakutkan baginya.
Ia pun sangat berharap tidak akan mengalami hal serupa lagi.
Sugianto menceritakan, saat itu dia tidak tahu apa yang membuatnya harus bermalam di gudang angker tersebut.
Rencananya hanya ingin mencari suasana baru karena merasa bosan menghabiskan malam di kontrakan.
Rupanya, malam itu hari yang apes bagi Sugianto.
Ketika dia merebahkan badannya beralaskan selembar triplek, Sugianto tiba-tiba mendengar kicauan burung yang terdengar seperti suara burung Nuri.
Tetapi kicauan itu terdengar sedikit lebih panjang dan sangat nyaring.
Awalnya dia tidak menggubris suara burung itu karena siapa sangka ada burung Nuri yang singgah di kawasan gudang usang ini.
Padahal warga di sekitar lokasi tidak ada yang memelihara burung.
"Sangat jelas, bener-bener ini memang burung Nuri," batin Sugianto
Kicauan itu terus menerus tak berhenti.
Bagi Sugianto, suara itu justru menimbulkan bising dan membuatnya justru merasa terganggu.
Penasaran, Sugianto pun bangkit untuk memastikan dari mana asal suara burung itu.
Dengan langkah pelan, Sugianto melangkah maju di tengah gelapnya malam.
Sambil mengarahkan cahaya lampu flash dari HP-nya yang tidak begitu terang.
Sugianto mengarahkan sorot lampu ke berbagai sudut untuk memastikan bahwa jalur yang ditempuh aman dan tidak mengenai pohon atau benda-benda yang berserakan.
Ketika mendekati asal suara, dia mengarahkan cahaya lampu ke ranting-ranting yang terus bergoyang sejak tadi.
Rupanya, suara yang awalnya dia kira kicauan Burung Nuri ternyata adalah rintihan dari sosok perempuan berambut panjang yang berada di atas pohon.
Rambutnya begitu panjang hingga melebihi tinggi badannya.
Wajahnya tidak terlihat jelas karena gelapnya malam.
Sugianto menyebutnya sebagai Medon.
"Itu Medon, itu Medon, itu Medon".
Sugianto berteriak sambil lari terbirit-birit ke arah Pos Satpam.
Ketika Pak Satpam menanyakan mengapa dirinya berlarian dengan nafas ngos-ngosan, Sugianto tidak memberi jawaban.
“Aku hanya ingin tidur di sini," lanjutnya dengan suara lemah dan rasa ketakutan atas apa yang baru saja dilihatnya. (mg1/gus/nug/jay)
Editor : Jay Wijayanto