SURABAYA - Bulan Ramadan adalah bulan dimana semua harinya memiliki keistimewaan yang luar biasa. Selama bulan ini, ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wata’ala.
Keistimewaan Ramadan tidak hanya terletak pada pahalanya yang berlipat, tetapi juga pada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar.
Sebelum mengetahui cara mendapatkan Lailatul Qadar, penting untuk memahami pengertiannya terlebih dahulu.
Secara etimologis, Lailatul Qadar dapat didefinisikan sebagai 'malam ketika Allah menetapkan perjalanan hidup manusia'.
Secara terminologis, pengertian Lailatul Qadar adalah 'malam yang agung' atau 'malam yang mulia'.
Malam tersebut lebih baik dari 1.000 bulan atau setara dengan 30 ribu malam, yang setara dengan 83,33 tahun.
Tidak ada yang mengetahui dengan pasti kapan Lailatul Qadar akan terjadi. Namun, dipercaya bahwa malam tersebut biasanya terjadi di 10 hari terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Seperti malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.
Kaum muslim sangat disarankan untuk mencari keberkahan di malam Lailatul Qadar ini. Lantas bagaimana caranya?
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Setidaknya terdapat 6 ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang perlu diketahui, yaitu:
1. Perasaan sangat nikmat saat melakukan ibadah.
Para ulama mengatakan, ibadah terasa lebih khusyuk di malam tersebut, di mana hati merasakan khidmat yang sangat mendalam.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa, Imsakiyah dan Salat Fardlu Hari Ini di Wilayah Surabaya dan Sekitarnya
Meskipun demikian, tidak semua orang dapat merasakan ciri ini, karena ketenangan dan kenikmatan hati dalam beribadah dapat dirasakan oleh orang-orang yang secara konsisten menjalankan ibadah pada malam-malam lainnya.
2. Keadaan alam menjadi lebih tenang dari biasanya.
Ustadz Adi Hidayat dalam tausiahnya menggunakan perumpamaan sebuah wadah yang diisi dengan dua bola kelereng.
Ketika wadah tersebut digerakkan, bola kelereng akan bergerak dengan bebas.
Namun pada saat malam Lailatul Qodar, ibaratnya wadah tersebut penuh dengan kelereng, sehingga ketika wadah tersebut digerakkan maka bola-bola tersebut tidak akan bergeser.
Sebagian ulama membandingkan fenomena ini dengan malam Lailatul Qadar, di mana bumi menjadi sangat padat karena dipenuhi oleh malaikat, sehingga alam menjadi lebih tenang dan stabil dibandingkan dengan hari biasanya.
3. Udara terasa tidak terlalu panas maupun dingin.
Keadaan alam yang tenang ini membuat udara di bumi menjadi lebih nyaman dan tidak ekstrem.
Sebagai akibatnya, penduduk bumi yang merasakannya akan merasa lebih nyaman dan tenteram.
4. Matahari terbit dengan teduh keesokan harinya.
Biasanya, ciri-ciri ini dapat diamati setelah malam Lailatul Qadar berlalu, terutama pada saat matahari terbit pada pagi harinya.
5. Ketika bulan terlihat berukuran separuh.
Beberapa ulama berpendapat bahwa ciri ini dapat diamati dari bentuk bulan pada malam tersebut.
Sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar dan Beliau mengatakan, "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan." (HR Muslim).
6. Adanya mimpi yang datang kepada orang-orang mukmin.
Riwayat menyebutkan bahwa beberapa sahabat Nabi SAW diperlihatkan Lailatul Qadar dalam mimpi pada tujuh malam terakhir Ramadan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW kemudian mengatakan, "Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang Lailatul Qadar) terjadi pada tujuh malam terakhir. Maka, barang siapa yang ingin mencarinya, carilah pada tujuh malam terakhir." (HR Muslim).
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Kemuliaan malam Lailatul Qadar sangatlah penting bagi umat Islam untuk dipahami karena terdapat lima keistimewaan yang sangat berarti.
Berikut ini adalah 5 keistimewaan tersebut:
1. Malam Diturunkannya Al-Quran
Malam Lailatul Qadar adalah saat ketika Al-Quran diturunkan, sesuai dengan QS. Al-Qadr ayat 1 yang menyatakan: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.”
2. Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Malam Lailatul Qadar, seperti namanya yang berarti Malam Seribu Bulan, yang menandakan keutamaan yang sangat besar dan lebih utama dari seribu bulan.
Oleh karena itu, malam ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk bersaing dalam beribadah lebih banyak dan melaksanakan berbagai amal lainnya.
Pengertian malam Lailatul Qadar juga terdapat dalam QS. Al-Qadr ayat 2-3 yang menyatakan: “Tahukah kamu apa itu Lailatul Qadar? Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”
3. Malam Turunnya Malaikat ke Bumi
Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi membawa berkah dan rahmat.
Di waktu tersebut, malaikat berada di sekitar orang-orang yang sedang beribadah dan berdzikir.
Hal ini disebutkan dalam QS. Al-Qadr ayat 4 yang menyatakan: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
4. Malam Penulisan Takdir untuk Setahun ke Depan
Selain menjadi malam turunnya malaikat ke bumi, Lailatul Qadar juga menjadi waktu di mana malaikat mencatat takdir setiap makhluk untuk satu tahun ke depan. Takdir tersebut telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Maka dari itu, malam istimewa ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.
5. Malam Dibukakannya Pintu Ampunan
Malam Lailatul Qadar merupakan waktu yang dipenuhi ampunan.
Pada malam istimewa ini, Allah SWT membuka pintu ampunan secara luas bagi siapa pun yang memohon ampun kepada-Nya.
Hal ini seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa menegakkan salat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad).”
Cara Meraih Malam Lailatul Qadar
Pada malam istimewa ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Selain itu, terdapat amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, yang berlangsung selama 10 hari terakhir di bulan Ramadan.
1. Mendirikan salat wajib dan sunnah
Untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, penting untuk menegakkan salat wajib berjamaah dan mengerjakan ibadah sunah lainnya.
Tidak hanya salat wajib, salat sunnah juga memiliki berbagai keutamaan yang tidak boleh diabaikan. Salah satunya adalah salat malam antara Isya dan Subuh, termasuk di antaranya salat tarawih, salat witir, dan salat tahajud.
Rasulullah bahkan menyebutkan bahwa salat malam adalah salat paling utama setelah salat lima waktu, sebagaimana diriwayatkan dalam HR Muslim.
2. Memperbanyak amalan membaca Qur'an
Amalan selanjutnya untuk meraih malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak membaca Al-Quran. Terdapat hadits yang mengisyaratkan keutamaan membaca Al-Quran, yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas’ud, yang menyatakan:
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, dia akan mendapatkan satu kebaikan. Maka satu kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi sepuluh." (HR. At-Tirmidzi)
3. Perbanyak dzikir kepada Allah
Salah satu amalan lainnya untuk meraih malam Lailatul Qadar adalah dengan berzikir. Allah SWT memerintahkan kita untuk berdzikir dalam Al-Quran, seperti yang disebutkan dalam QS. Al-A'raf ayat 205 yang berarti:
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.”
Meskipun kita sibuk, tetap penting untuk berdzikir agar kita dapat mendekatkan diri kepada Allah.
Berzikir merupakan salah satu amalan ibadah yang paling mudah dilakukan, karena dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, terutama jika menggunakan tasbih digital untuk kenyamanan lebih.
4. Melakukan i’tikaf di masjid terdekat
Untuk menyambut dan meraih malam Lailatul Qadar, kamu dapat melakukan i’tikaf. I’tikaf adalah kegiatan berdiam diri yang dilakukan di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.
Terkait iktikaf, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa beliau melakukan i’tikaf selama sepuluh hari awal Ramadan untuk mencari malam kemuliaan.
Kemudian, beliau melakukan i’tikaf selama sepuluh hari pada pertengahan Ramadan.
Namun, Jibril kemudian mendatangi beliau dan memberitahu bahwa malam kemuliaan terdapat dalam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.
Oleh karena itu, siapa pun yang ingin beriktikaf, hendaknya melakukannya pada sepuluh hari terakhir Ramadan untuk mencari malam Lailatul Qadar.
5. Memperbanyak doa dan meminta ampunan kepada Allah
Amalan selanjutnya untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar adalah dengan banyak berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Dalam sebuah riwayat, Ummul Mukminin Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang apa yang sebaiknya dia ucapkan jika dia menemukan malam Lailatul Qadar.
Rasulullah menjawab bahwa Aisyah dapat mengucapkan, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku." (HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Al Albani).
6. Memperbanyak bersedekah terhadap orang yang membutuhkan
Di bulan yang mulia ini, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk meningkatkan amal kebaikan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Rasulullah sendiri telah memberi contoh dalam hal bersedekah.
Tidak perlu khawatir tentang tempat bersedekah, karena kamu dapat berbagi melalui sedekah online, menggunakan program-program yang tersedia di platform e-commerce.
Itulah beberapa ciri-ciri, keistimewaan, dan cara untuk meraih berkah malam Lailatul Qadar yang perlu kita perhatikan.
Meskipun ada banyak riwayat yang memberikan pandangan tentang malam Lailatul Qadar, namun para ulama menyarankan agar lebih fokus untuk meningkatkan ibadah selama sepuluh malam terakhir.
Hal ini dikarenakan kita tidak pernah tahu dengan pasti kapan malam Lailatul Qadar itu terjadi.
Dengan demikian, semakin banyak ibadah yang dilakukan di sepuluh malam terakhir Ramadan, semakin besar kesempatan untuk meraih malam yang penuh dengan kemuliaan tersebut. (mg2/sat/nug)
Editor : Jay Wijayanto