Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Boezem Rejosari Ditargetkan Selesai Oktober 2024, Solusi Banjir di Surabaya Barat

Hildan Sepka • Selasa, 26 Maret 2024 | 03:08 WIB

Wawali Surabaya Armuji meninjau pembangunan Boezem Rejosari, Benowo, Pakal.
Wawali Surabaya Armuji meninjau pembangunan Boezem Rejosari, Benowo, Pakal.


SURABAYA - 
Pemkot Surabaya mengebut proyek pencegahan banjir di kawasan barat. Salah satunya melalui pembangunan Boezem Rejosari. Pengerjaan itu diproyeksi mampu mengatasi masalah yang terjadi.

Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Armuji menginspeksi mendadak (sidak) proyek tersebut. Kegiatannya untuk memastikan pengerjaan itu berjalan sesuai timeline.

Selain itu, sebagai komitmen pemkot untuk menuntaskan banjir di kawasan tersebut. "Semuanya berjalan aman sesuai prosedur," ujar Cak Ji, sapaan Wawali Armuji, Senin (25/3).

Cak Ji mengatakan, pembangunan boezem atau waduk buatan cukup vital. Proyek tersebut dapat menampung air hingga 12.800 meter kubik. Luasnya mencapai 7.400 meter persegi. "Ini ukuran paling efektif untuk Boezem Rejosari," ucapnya.

Waduk seluas 1,3 hektare itu akan berperan penting. Utamanya dalam mengatasi genangan dan banjir di tiga wilayah. Antara lain, Jurang Kuping, Rejosari, dan Pakal Madya.

"Targetnya bulan Oktober tahun ini sudah tuntas. Kedalaman sekitar maksimal enam meter dan diharapkan dapat mengatasi banjir di wilayah Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal," ungkap Cak Ji.

Dia menyampaikan, pemkot memprioritaskan persoalan banjir dan genangan tiap tahun. Sebab, itu sejalan dengan komitmen pemkot bebas banjir pada 2025. Selain itu, kebijakan itu untuk mempersempit maupun mempercepat surut areal genangan dan mengurangi tinggi genangan.

"Tidak hanya membangun saja, tapi kita juga melakukan perawatan terhadap boezem yang sudah terbangun, dilakukan normalisasi secara berkala," ujar mantan Ketua DPRD Kota Surabaya itu.

Cak Ji meminta masyarakat turut berpartisipasi dalam upaya penanggulangan banjir. Misalnya, memastikan kondisi saluran air di lingkungan masing-masing berfungsi dengan baik. Sebab, untuk mengatasi banjir perlu gotong-royong.

"Kalau normalisasi saluran yang masyarakat tidak bisa menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Surabaya melalui DSDABM," katanya. (hil/rek) 

 

Editor : Lambertus Hurek
#Boezem di Surabaya #Boezem Rejosari #manfaat boezem di surabaya #banjir di surabaya barat #Wawali Surabaya Armuji