Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Unair Terapkan Evakuasi Pasien untuk Antisipasi Dampak Gempa Tuban di RSUA

Rahmat Sudrajat • Senin, 25 Maret 2024 | 03:11 WIB

 

KOKOH: Rumah Sakit Universitas Airlangga (]RSUA) berlokasi di Kawasan Surabaya Timur (IST)
KOKOH: Rumah Sakit Universitas Airlangga (]RSUA) berlokasi di Kawasan Surabaya Timur (IST)

RADAR SURABAYA – Bencana gempa bumi terjadi timur laut Tuban, Jumat (22/3).

Gempa pertama berkekuatan Magnitudo 6 disusul gempa susulan dengan kekuatan lebih besar, Magnitudo 6,5, getarannya terasa hingga Surabaya.

Selain Surabaya, gempa juga terasa hingga wilayah Lamongan, Gresik, Madura bahkan hingga Kalimantan.

Gempa susulan dengan Magnitudo 6,5 yang mengguncang Kota Surabaya dan sekitarnya, Jum’at (22/3) pukul 16.20 WIB, berdampak adanya kerusakan di sejumlah fasilitas di Universitas Airlangga (Unair).

Beberapa titik di lingkungan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) mengalami kerusakan.

Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair, Martha Kurnia Kusumawardani membenarkan adanya dampak gempa di RSUA.

Ada sejumlah kerusakan nonstruktural di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di sisi luar, bukan gedung RSUA.

Lokasi gedung RSKI terpisah dengan gedung RSUA.

“Gedung RSKI selama ini lebih banyak dipakai untuk aktivitas riset sehingga minim pasien,” kata Martha dalam keterangannya, Sabtu (23/3).

Lebih lanjut Martha menyampaikan bahwa pemberlakuan prosedur khusus telah dilakukan.

Prosedur baku apabila terjadi gempa bumi (code Green) adalah pasien dan semua pengunjung dievakuasi dari gedung rumah sakit.

Tujuannya untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama kepada pasien.

“Langkah-langkah antisipasi dan evakuasi berdasar prosedur baku pasien telah kami lakukan,” katanya.

RSUA telah melaksanakan penanganan sesuai SOP terkait musibah gempa yang terjadi.

Termasuk dengan mengamankan pasien, terutama pasien rentan (bayi dan pasien ICU).

RSUA juga telah memastikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penculikan bayi dan anak (code Pink).

Saat ini RSUA telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Sejak Jumat (22/3) pukul 21:30 WIB RSUA telah mengembalikan pasien ke ruang perawatan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan antisipasi risiko yang mungkin terjadi.

“Tidak ada korban jiwa yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi yang berdampak pada RSUA,” ucapnya.

Martha juga menegaskan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait sebagai upaya antisipasi lanjutan.

RSUA selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Termasuk memprioritaskan keamanan pasien saat terjadi bencana maupun kejadian berisiko lainnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#evakuasi pasien #gempa susulan #Gempa Tuban Terkini #rs unair #RSKI Unair