RADAR SURABAYA - Meski harga tiket sudah diturunkan separo, wisata kebun raya mangrove di Gunung Anyar, Surabaya, sepi pengunjung. Ini terlihat sebelum bulan Ramadan 1445 Hijriah.
Tiket masuk yang biasanya Rp 10 ribu untuk dewasa kini diturunkan jadi Rp 5.000. Hari biasa, akhir pekan, tanggal merah sama saja.
"Memang sepi akhir-akhir ini karena bulan puasa. Biasanya ramai kembali setelah Idul Fitri," kata seorang petugas, Minggu 24 Maret 2024.
Pantauan Radar Surabaya, sentra wisata kuliner di arena wisata mangrove Gunung Anyar juga tutup. Bahkan, setelah saatnya buka puasa pun tutup.
Karena itu, sejumlah wisatawan nonmuslim yang tidak berpuasa membawa makanan dan minuman sendiri dari luar. Padahal, sudah lama ada larangan membawa makanan dan minuman dari luar ke kompleks wisata bakau di Gunung Anyar.
"Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti pengunjungnya ramai kembali. Sayang kalau tempat wisata edukasi ini tidak dimanfaatkan," kata petugas yang enggan ditulis namanya.
Minggu pagi (24/3), satu rombongan wisatawan Tionghoa terlihat mengeksplorasi suasana wisata mangrove Gunung Anyar. Mereka sibuk mengambil gambar di sejumlah area. Mulai dari jogging track, science center, wisata perahu, hingga sentra kuliner.
"Bagus banget suasananya seperti di tengah hutan. Cocok untuk healing. Kita tidak perlu jauh-jauh wisata ke luar kota," kata Mary, salah satu pengunjung.
Warga Surabaya itu berharap pengelola hutan mangrove sering membuat event yang bisa mendatangkan wisatawan. Khususnya anak-anak muda Gen Z yang biasanya senang membuat konten-konten kreatif tentang wisata alam, kuliner, musik, dan sebagainya. (rek)
Editor : Lambertus Hurek