RADAR SURABAYA - Seluruh pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya yang sempat ditempatkan di tenda darurat di halaman depan rumah sakit karena gempa Tuban Jumat kemarin, saat ini sudah kembali dipindahkan ke dalam lobby dan ruang IGD.
"Alhamdulillah siang hari ini seluruh pasien yang ada di halaman rumah sakit kita evakuasi masuk ke dalam gedung perawatan rumah sakit," kata Wakil Direktur Keuangan Dan Sumber Daya RSUA, Dr. dr Abdullah Machin, Sabtu (23/3).
Pihak rumah sakit masih menunggu hasil uji kelayakan bangunan dari tim ahli, sebelum pasien ditempatkan di ruangan pasien.
"Sebagian sudah masuk ke ruangan pasien sebelumnya. Tapi kami juga menunggu dari tim Unair, Pemkot dan ITS karena ingin memastikan keamanan dari gedung dan pasien," tuturnya.
Meski demikian tiga tenda darurat yang sudah kosong, masih tetap disiagakan di halaman depan rumah sakit, untuk mengantisipasi gempa susulan.
Abdullah Machin menyebut sampai dengan siang ini ada 140 pasien yang masih di rawat di RSUA Surabaya.
Sebelumnya Jumat sore terdapat 160 pasien.
"Kemarin waktu evakuasi ada 160 pasien, kini tinggal 140 pasien karena sebagian telah diizinkan pulang," ungkapnya.
Ia juga tak memungkiri sebelum dipindah ke ruangan, para pasien yang ada di dalam tenda darurat sempat mengalami gangguan.
Terutama pada ketidaknyamanan dan kondisi di dalam tenda yang panas.
"Ya memang ada keluhan dari pasien, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan," imbuhnya.
Kini RS Unair Surabaya mulai normal Kembali.
Bahkan Abdullah Machin memastikan tetap menerima pasien rujukan di gawat darurat.
"Untuk gawat darurat masih tetap kita terima," terangnya.
Sementara itu sejumlah petugas masih melakukan pembersihan puing tembok rumah sakit yang runtuh karena gempa dengan Magnitudo 6,5 SR.
Tepatnya di lantai 5, sejumlah sepeda motor yang diparkir berjatuhan sehingga ringsek. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa