Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Suasana RS Unair Malam Ini Pasca Gempa Susulan, Tenda Darurat untuk Pasien Kondisi Berat, Pasien Kondisi Ringan dan Sedang Dipindah ke Lobby

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 23 Maret 2024 | 05:32 WIB

 

DARURAT: Para pasien RS Unair yang kondisinya ringan dan sedang mulai dipindahkan ke lobby RS. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
DARURAT: Para pasien RS Unair yang kondisinya ringan dan sedang mulai dipindahkan ke lobby RS. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Hingga malam ini pasien Rumah Sakit (RS) Univeritas Airlangga (Unair) Surabaya yang dievakuasi di halaman parkir akibat gempa susulan yang terjadi Jumat (22/3) sore, masih bertahan di tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Sementara sebagian lainnya sudah secara bertahap dipindahkan ke dalam lobby RS Unair.

BPBD Kota Surabaya telah memasang tiga tenda darurat yang diletakkan di halaman depan yang dipenuhi oleh pasien.

Manajer Penunjang Media RS Unair, Nur Cahyo mengatakan jumlah pasien yang dirawat di RS Unair mencapai 190 orang saat terjadi gempa.

Kemudian 30 orang telah dipulangkan karena dalam kondisi sehat.

Untuk pasien yang masih dirawat di tenda merupakan pasien yang dalam kondisi berat.

Sedangkan yang sudah dipindahkan ke lobby merupakan pasien dengan gejala sedang hingga ringan.

Sementara ini pihaknya belum menggunakan kamar-kamar pasien karena dikhawatirkan terjadi gempa susulan.

Pihaknya juga menunggu instruksi dari BMKG dan BPBD terkait kondisi aman gempa.

"Untuk pasien ini memang kami atasi keselamatannya dulu, kemudian kami kenali risiko pasien. Jadi, memang ada tingkatan bermacam-macam ada darurat sekali, yang icu dan pasang inkubator, dan juga ada kedaruratan menengah, dan juga ada pasien anak-anak. Tentunya sekarang aman dulu," kata Nur Cahyo, Jumat (22/3) malam.

Ia menyebut jika RS Unair juga telah menyiapkan layanan kedaruratan sehingga pelayanan medis bisa berjalan dengan baik.

"Ke depan kami siapkan di ruangan tertentu, apabila terjadi gempa susulan pasien bisa segera dievakuasi," terangnya.

Nur Cahyo juga belum bisa memastikan kerugian gedung yang rusak akibat diterpa gempa 6,5 SR, karena masih memikirkan kondisi keselamatan pasien.

Selama terjadi gempa gedung utama tidak mengalami kerusakan.

Kerusakan terjadi pada sambungan gedung dan itu menurutnya bukan tempat perawatan pasien.

"Belum bisa memastikan dulu, yang jelas malam ini masih mengamankan pasien, setelah itu baru mengurus gedung," ungkapnya.

Hingga saat ini keluarga pasien dan dokter masih terus standby di tenda-tenda darurat.

Petugas BPBD dibantu dengan petugas kepolisian juga terus berjaga di halaman depan RS Unair Surabaya.

Seperti diketahui, Jumat (22/3) sore terjadi gempa susulan di Laut Tuban yang getarannya jauh lebih kuat dari gempa-gempa sebelumnya.

Gempa susulan tersebut mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik di Kpta Surabaya, termasuk di RS Unair. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Gempa Tuban Jatim #gempa susulan #pasien #rs unair #tenda darurat