RADAR SURABAYA - Gempa yang terjadi di kawasan pesisir Utara Jawa Timur tepatnya di 132 kilometer timur laut Tuban, dirasakan hingga Surabaya, Jumat (22/3).
Sejak siang menjelang salat Jumat (22/3) pukul 11.22 WIB gempa sudah dirasakan di Surabaya, dengan Magnitudo 6,0 SR.
Kemudian dilanjutkan pukul 15.45 WIB atau menjelang berbuka puasa mencapai 6,5 SR.
Warga yang berada di dalam ruangan berhamburan keluar, karena getaran sangat terasa. Bahkan cukup lama sekitar enam menit.
Pengunjung yang berada di Tunjungan Plaza (TP) Surabaya berhamburan keluar setelah merasakan getaran yang dahsyat.
Alarm di TP pun berbunyi. Salah satu pengunjung Maulana mengaku awalnya tak terasa ketika terjadi gempa kedua kalinya itu.
Ketika itu ia berada di lantai tiga namun seketika ia panik ketika semakin lama guncangan semakin terasa ditambah dengan bunyi alarm.
" Saya awalnya gak terasa tapi lama kelamaan kok semakin kencang, akhirnya banyak orang panik ditambah suara alarm yang semakin kencang," tutur Maulana.
Pengunjung pun berkumpul di titik aman tepatnya di halaman depan TP.
Tak ada yang berani masuk kembali ke dalam gedung menjulang tersebut.
Mereka lebih memilik duduk-duduk di sepanjang trotoar jalan.
Situasi ini juga menyebabkan sepanjang Jalan Basuki Rahmat Surabaya hingga Jalan Embong Malang Surabaya mengalami kemacetan.
Selain itu gempa juga terasa di Jembatan Suramadu.
Saking begitu terasanya, banyak penggna jembatan yang memilih berhenti di jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura itu.
kawat bentang tengah Jembatan Suramnadu pun terlihat bergoyang cukup kuat.
Bahkan terlihat keretakan pada dinding jembatan tersebut.
Di beberapa rumah sakit juga terlihat jika mejemen mereka mengevakuasi pasien seperti di RS Mayapada.
Pasien di RS Unair juga dievakuasi keluar.
Bahkan beberapa bangunan roboh tepatnya di lantai 5 RS Unair.
Puing puing bangunan roboh menimpah empat sepeda motor, dua di antaranya mengalami kerusakan parah. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa