SURABAYA-Gempa bumi dengan magnitudo 6.0 di Jawa Timur, Jumat (22/3), dan terasa hingga di Surabaya, masih diikuti beberapa kali gempa susulan dengan intensitas yang bervariasi dan cenderung melemah.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menghimbau warga Kota Pahlawan untuk waspada.
"Karena masih ada beberapa gempa susulan, diharapkan warga yang karena keperluannya beraktifitas di dalam gedung tinggi dan bertingkat untuk selalu berhati-hati dan siaga," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat, Jumat (22/3).
BPBD juga meminta warga yang tinggal di gedung-gedung tinggi atau bertingkat untuk memahami jalur evakuasi dan titik kumpul di masing-masing gedung yang ditinggali.
"Apabila melihat kerusakan, agar segera menginformasikan ke petugas di lapangan dan juga bisa menghubungi call center 112 Surabaya," tambahnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, terjadi beberapa gempa susulan yang berpusat di perairan sebelah timur Tuban dengan lokasi pada koordinat 5.74 LS,112.36 BT.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,79° LS ; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono melalui keterangan resminya mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," katanya.
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI, Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI.
Juga terasa di daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. (gun/mus/jay)
Editor : Jay Wijayanto