RADAR SURABAYA - Kondisi Fresh Market Kutisari, Surabaya, terlihat sepi. Berbeda dengan pasar tumpah yang juga berada di kawasan Kutisari. Padahal, sejak awal Pemkot Surabaya ingin agar semua pedagang di pasar lama (tumpah) berjualan di pasar baru alias Fresh Market.
Kepala Dinkopdag Kota Surabaya Dewi Soeriyawati pun mengeluarkan surat peringatan Nomor 500.2/2326/436.7.14/2024 bertanggal 28 Februari 2024. Isinya peringatan agar para pedagang yang masih melapak di Kutisari Selatan V agar kembali berjualan di Fresh Market Kutisari.
"Dalam rangka penataan serta mengoptimalkan fungsi Fresh Market Kutisari sebagai sarana perdagangan dan hasil monitoring kehadiran pedagang selama ini (sebagaimana data terlampir), serta dampak keberadaan pedagang yang beraktivitas usaha di luar zona yang telah ditetapkan, maka diminta agar Saudara segera mengaktifkan kembali stan dan kegiatan usahanya di Fresh Market Kutisari paling lambat 1x24 jam sejak surat ini ditetapkan," demikian surat edaran Dinkopdag Surabaya.
"Apabila dalam kurun waktu yang telah ditetapkan belum dilakukan, maka akan dilakukan penertiban sesuai dengan aturan yang berlaku dan mencabut izin penggunaan stan di Fresh Market Kutisari."
Surat peringatan keras itu rupanya tak berefek. Para pedagang enggan berjualan di Fresh Market. Karena itu, pekan lalu diadakan penertiban pedagang di pasar tumpah.
Pantauan Radar Surabaya, Senin 18 Maret 2024, suasana Fresh Market Kutisari tetap sepi. Pedagang yang berjualan tidak sampai 10 orang.
"Sepinya sih sudah lama, tapi saat banyak pedagang yang pindah makin sepi. Per hari mungkin sekitar 8 sampai 10 orang aja. Paling ramai sekitar 20 orang," ungkap salah seorang pedagang.
Menurut dia, awalnya kondisi Fresh Market di lingkungan perumahan itu ramai. Namun, akhir-akhir ini semakin jarang dikunjungi pembeli lantaran banyak pedagang yang pindah.
"Pembeli juga bisa dihitung dengan jari. Kalau begini terus ya susah," katanya. (rek)
Editor : Lambertus Hurek