RADAR SURABAYA - Hingga saat ini jalur KA di Semarang belum bisa dilalui akibat banjir yang masih belum surut.
PT KAI masih melakukan perubahan pola operasi perjalanan.
Perjalanan KA tujuan Bandung maupun Jakarta yang melewati jalur utara masih menggunakan perubahan pola operasi dengan memutar lewat jalur selatan.
Hal ini menyebabkan bertambahnya waktu tempuh perjalanan keberangkatan wilayah Daop 8 Surabaya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyebutkan hal ini mengakibatkan beberapa KA yang mengalami penambahan waktu tempuh sekitar 2-3 jam dari jadwal yang seharusnya.
"KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan kedatangan akibat menggunakan perubahan pola operasi memutar," kata Luqman, Jumat (15/3).
Saat ini petugas Daop 4 Semarang masih terus berusaha untuk menormalisasi jalur KA sehingga dapat dilalui kembali oleh KA di wilayah utara.
"Sampai Jumat ini ada terdapat KA Jarak Jauh tujuan Surabaya Pasar Turi masih terlambat datang. Ada enam KA yang terlambat datang," terangnya.
Enam KA tersebut yakni KA 64 Sembrani; . KA 130 Gumarang; KA 78 Pandalungan; KA 108 Jayabaya; KA 220 Kertajaya, dan KA 126 Harina.
"Selain itu, dua KA jarak jauh keberangkatan Stasiun Surabaya Pasar Turi pada Jumat juga mengalami batal perjalanan, yakni KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi - Semarang dan KA Airlangga relasi Surabaya Pasarturi - Pasar Senen," tuturnya.
Banjir yang menggenangi rel kereta tersebut terjadi, Rabu (13/3) hingga saat ini. Daop 4 Semarang masih melakukan upaya untuk mengatasi banjir. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa