Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ada Tim Asuhan Rembulan, Satpol PP Siap Antisipasi Tawuran Remaja di Bulan Ramadan

Hildan Sepka • Kamis, 14 Maret 2024 | 04:06 WIB
Satpol PP Surabaya menerjunkan Tim Asuhan Rembulan untuk mengantisipasi aksi kenakalan remaja.
Satpol PP Surabaya menerjunkan Tim Asuhan Rembulan untuk mengantisipasi aksi kenakalan remaja.

RADAR SURABAYA – Kerawanan keamanan dan ketertiban di kawasan di Surabaya secara sigap diantisipasi oleh Pemkot Surabaya.

Yakni dengan menggencarkan patroli oleh Satpol PP dan pihak terkait guna mencegah aksi kenakalan remaja.

Satpol PP menerjunkan tim patroli untuk menyisir seluruh wilayah. Selain itu mereka juga mengimbau peran orang tua agar lebih aktif mengawasi anak mereka.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya M Fikser menerjunkan personel Asuhan Rembulan.

Tujuannya mengantisipasi tawuran, perang sarung, maupun aktivitas yang mengganggu ketenteraman. Pihaknya menggenjot patroli selama Ramadan. "Kita sudah koordinasikan," ujarnya, Rabu (13/3).

Pihaknya menggandeng seluruh personel. Misalnya di tingkat kecamatan. Selain itu, bersinergi dengan jajaran TNI/Polri.

"Giat Asuhan Rembulan ini tidak hanya kami lakukan skala kota saja, namun juga melibatkan seluruh jajaran praja di kecamatan. Kami mengantisipasi jika ada indikasi aktivitas yang merugikan masyarakat," katanya.

Fikser menjelaskan, pihaknya menyisir seluruh wilayah se-Surabaya. Tujuannya memastikan keamanan dan kenyamanan bagi warga Kota Pahlawan. Tim Asuhan Rembulan mengawasi wilayah yang rawan.

“Pengawasan wilayah kita petakan berdasarkan berpotensi terjadi kerawanan ketertiban umum, mengantisipasi kegiatan yang dilakukan anak-anak seperti perang sarung," jelasnya.

Selain patroli, pihaknya mengimbau peran orang tua. Dia mendorong orang tua pro aktif. Khususnya dalam mengawasi perilaku anak-anak hingga remaja.

"Terlebih mengingat adanya jam malam untuk anak-anak, yakni memastikan keberadaan mereka di rumah pada pukul 22.00 WIB. Paling tidak mengontrol keberadaannya," tegasnya.

“Kami juga minta kepedulian sesama warga, ketika melihat kerumunan anak-anak supaya diingatkan atau bisa menghubungi Command Center 112,” imbuhnya.

Dia memastikan tidak akan tebang pilih. Kendati beberapa kejadian perang sarung dilakukan hanya untuk konten, tindakan tersebut membahayakan dan tidak dapat dibenarkan.

Fikser menegaskan, giat Asuhan Rembulan secara masif dilakukan pada malam hari selama Ramadhan dengan melibatkan semua pihak terkait. "Jika melihat adanya kerumunan, bisa diinformasikan ke kami, nanti kami akan datang untuk membubarkan kerumunan tersebut.

Karena kepedulian itu tidak hanya lewat Satpol PP, tapi dari orang terdekat mulai orang tua, keluarga, tetangga, warga," bebernya.

Dia pun berpesan kepada para pelajar agar mematuhi peraturan yang diberikan oleh orang tua.

Serta mematuhi nasehat para guru yang berada di sekolah. Harapannya seluruh kegiatan ibadah selama Ramadan berjalan lancar.

"Nasihat guru juga kepada anak-anak ini juga harus tersampaikan, supaya kegiatan Ramadhan ini bisa berjalan dengan khusyuk dan lancar. Jadi kami berharap kegiatan seperti perang sarung dan kegiatan negatif lainnya jangan sampai terjadi," paparnya.

Fikser akan mengamankan remaja yang kedapatan tawuran maupun perang sarung. Pihaknya akan memberikan sanksi sosial. Selain itu, akan dilakukan pembinaan sekaligus memanggil orang tua dan guru. 

"Kalau ada yang bawa senjata tajam (sajam) kita serahkan ke polisi. Karena dalam operasi rembulan ada polisi yang bersama kami. Sementara yang tidak kedapatan membawa sajam, akan kami bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. Termasuk juga memanggil orang tua dan gurunya," pungkasnya. (hil/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tawuran #satpol pp #pemkot surabaya #perang sarung #kenakalan remaja