RADAR SURABAYA - Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok di pasaran membuat masyarakat kurang mampu, menjerit.
Akibatnya mereka rela mengurangi pembelian makanan demi bertahan hidup.
Hal itu yang membuat orang yang terketuk hatinya untuk menyediakan makan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Apalagi saat ini memasuki bulan suci Ramadan.
Seperti di Masjid Pemuda Konsulat, Jalan Kali Kepiting, Surabaya.
Selasa (12/3) sore menjelang beduk maghrib banyak orang sudah mengantre untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Mereka datang dari berbagai kawasan di Surabaya.
Salah satu warga yang sedang mengantre, Sunandar Heri, mengaku mendapatkan informasi ada makan gratis saat berbuka puasa dari tetangganya.
Ia jauh-jauh dari kawasan Kenjeran, Surabaya bersama anaknya menaiki sepeda pancal demi santapan berbuka puasa.
"Makan gratis ini sangat membantu kami yang membutuhkan. Di tengah mahalnya harga sembako," kata Sunandar, Selasa (12/3).
Sehari-hari Sunandar sebagai buruh serabutan, penghasilannya tak tentu membuatnya harus menghemat.
Ramadan ini ia memutuskan untuk mencari makanan gratis saat berbuka.
Ia mengaku baru pertama kali datang ke tempat makan gratis ini.
"Tadi berangkat jam empat sore, untuk cari alamatnya karena belum pernah ke sini. Ternyata lumayan jauh juga dari tempat saya di Kenjeran," terangnya.
Setiap harinya tempat makan gratis dibuka saat berbuka puasa dan sahur.
Menurut inisiator makan gratis Mufrih Rizqullah, makan gratis saat berbuka puasa sudah ada sejak dua tahun lalu.
Tahun ini ia membuat 130 porsi, lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 80 porsi untuk menu berbuka puasa.
"Yah, tahun ini lebih banyak kenaikannya 30 persen dibanding dengan tahun lalu untuk menu buka mencapai 130 porsi setiap hari," tutur Mufri.
Setiap hari ia di bantu dengan rekannya memasak 12 sampai 13 kilogram beras untuk berbuka puasa.
"Kalau sahur masak setengahnya karena jumlahnya sedikit dibanding yang berbuka," imbuhnya.
Ia mengaku tak patah arang menyediakan buka puasa gratis di tengah harga pangan yang terus melambung.
Bahkan beberapa waktu lalu sudah ada donatur yang menyumbangkan 650 kilogram beras.
"Tidak ada kata rugi buat kita yang akan terus membagikan kebaikan. Apalagi untuk 30 hari. Ini berkah buat kami, ada saja rezeki beras 650 kilogram. Saya rasa cukup untuk makan gratis berbuka puasa dan sahur," terangnya.
Tak hanya itu sayuran, telur hingga kecap juga mendapatkan kiriman dari para donatur.
"Alhamdulillah bulan suci ini ada saja rezeki yang turun untuk berbagi kepada yang membutuhkan," ujarnya.
Waktu Ramadan makan gratis ini buka menjelang berbuka puasa.
Diawali dengan takjil saat kumadang adzan maghrib, setelah salat kemudian dilanjutkan dengan makan.
Sedang saat sahur ia buka pukul 03.00 WIB.
Musfri mengaku yang datang ke tempatnya tidak hanya dari sekitar Surabaya.
Melainkan dari Bangkalan, Madura sampai rela mengantre untuk mendapatkan makan gratis.
Bahkan ada juga yang datang bersama keluarganya naik becak dan menggunakan sepeda pancal.
"Rata-rata mereka datang jauh-jauh. Kalau dari warga sekitar bisa dihutung jari. Justru banyak yang dari luar Surabaya, seperti Bangkalan. Kemarin ada yang naik becak ke sini bersama keluarganya," ungkapnya.
Dengan modal nekat untuk menu berbuka puasa gratis ia berharap bisa menginspirasi masyarakat lain untuk menebar kebaikan. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa