SURABAYA - Hari Musik Nasional (HMN) selalu dikaitkan dengan hari kelahiran WR Soepratman, komponis pencipta lagu Indonesia Raya, pada 9 Maret 1903. Namun, perayaan HMN yang ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu belum terasa dampaknya secara signifikan di masyarakat.
"Sebab, tidak ada langkah yang konkret untuk memeriahkan hari musik nasional," kata Musafir Isfanhari, pengamat musik dan musisi senior Surabaya, Sabtu (9/3).
Isfanhari membandingkan perayaan Hari Musik Nasional di Prancis. Suasananya begitu semarak. Warga ikut memeriahkan dengan main musik di jalan tempat mereka tinggal. "Ada suasana yang khas di Prancis saat hari musik," katanya.
Dosen musik di Universitas Negeri Surabaya itu juga melihat perhatian pemerintah pada olahraga sangat luar biasa ketimbang musik. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sangat fokus memikirkan kemajuan olahraga Indonesia.
"Di seni, khususnya musik, tidak ada lembaga semacam KONI. Berapa kali, PSSI mengirim satu tim sepak bola ke Eropa dan negara berprestasi di Amerika Latin. Belajar di sana selama setahun. Berapa biaya mengirim tim ke ke sana untuk minimal 22 orang pemain selama setahun?" tanya Isfanhari.
Bandingkan dengan musik. Banyak grup paduan suara Indonesia berprestasi di Eropa. Bahkan, beberapa kali menjadi juara festival paduan suara internasional. Tapi biayanya ditanggung oleh grup itu sendiri. Tentu diambil dari kantong orang tuanya.
"Sampai-sampai, saya pernah dengar sendiri, seorang kepala dinas pendidikan kabupaten (maaf, tidak saya sebut nama kabupatennya) melarang grup-grup paduan suara sekolahnya untuk berpartisipasi lomba paduan suara keluar negeri karena kepala dinas diprotes oleh orang tua murid," paparnya.
Putri Ariani penyanyi tunanetra yang berprestasi di American Got Talent, kata Isfan, juga dibiayai dompet orang tuanya sendiri. Putri Ariani berhasil mengharumkan nama Indonesia yang selama ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat Amerika dengan duit sendiri.
"Di setiap cabang olahraga dipimpin oleh pejabat (menteri, jenderal, dan pejabat yang lain). PSSI dipimpin oleh Erick Tohir Menteri BUMN. Di seni kan gak ada. Apa ada menteri atau dirjen menjadi ketua Persatuan Keroncong Indonesia atau ketua Indonesia Dangdut Association?"
Terkait Hari Musik Nasional, Isfanhari meminta pemerintah memberi perhatian yang lebih besar demi kemajuan Musik tanah air. Contoh: wali kota Alabama (AS) meliburkan satu hari kerja, untuk memberikan kesempatan kepada warganya menyambut Ruben Studard yang memenangkan American Idol. Demikian besar perhatian pemerintah terhadap prestasi warganya.
"Kita tunggu langkah pemerintah mengawal musik kita," pungkas Isfanhari. (rek)
Editor : Lambertus Hurek