RADAR SURABAYA - Nahas dialami AEE, bocah enam tahun asal Kedurus IV, Karangpilang Surabaya.
Dia ditemukan tewas di got tak jauh dari rumahnya, Kamis malam (7/3).
Dari pantauan Radar Surabaya, tepat di depan rumah korban terdapat lubang penutup got yang terbuka.
Lubang tersebut berukuran kira-kira lebar sekitar 30 centimeter dan panjang 40 centimeter.
Di samping lubang tersebut juga ada meja kecil yang di atasnya ada timba sebagai tempat mencuci piring serta peralatan dapur lainnya.
Lubang penutup got yang terbuka itu diduga menjadi tempat korban terperosok ke dalam got sebelum ditemukan tewas.
Sementara untuk mayat korban ditemukan sekitar lima meter dari depan rumah korban.
"Gak ada yang tahu jatuhnya. Ya mungkin dari sini," ujar tante korban, Ninik, sambil menunjuk ke arah got depan rumah korban, Kamis malam (7/3).
AEE merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Ervan dan Eviek.
Korban sehari-hari tinggal bersama orang tuanya.
Korban mengalami keterbatasan fisik tidak bisa berjalan dan komunikasi dengan lancar.
Namun, korban cukup aktif. Dia bisa keluar rumah dengan ngesot untuk sekedar main.
Kepergian korban secara mendadak membuat keluarganya terpukul.
Ibu korban tampak tak kuasa menahan air mata.
Sementara ayahnya setelah mengangkat mayat dari dalam got juga sempat lemas.
"Anak laki-laki, saya kerja saya nggak tahu jamnya (kejadian) anakku mati," ucap ibu korban Eviek saat menjawab pertanyaan tetangga sambil menangis. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa