RADAR SURABAYA – Budaya gotong royong terus didengungkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Menurut Wali Kota Eri, kita harus membangun Kota Surabaya dengan semangat gotong-royong dan kekeluargaan.
Karena dengan bergotong royong maka satu persoalan bisa lebih ringan karena bisa diselesaikan bersama-sama.
Sebab, seluruh warga Surabaya memiliki tujuan sama, yakni bekerja atas dasar sosial kemanusiaan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Wali Kota Eri meyakini, jika kekuatan hati ini jadi satu dengan kekeluargaan dan gotong-royong, maka selesai sudah masalah di Surabaya.
“Tidak ada orang miskin, tidak ada bayi stunting, tidak ada gizi buruk. Masyarakat Surabaya bisa jauh lebih bahagia," tegas Wali Kota Eri.
Nah, salah satu repesentasi atau wujud semangat gotong royong yang nyata itu dilakukan oleh arek-arek Bumiarjo Surabaya.
Melalui program Arek Bumiarjo Peduli Duka (APD), mereka secara bergotong royong membantu sesama di lingkungan mereka.
Tak pelak aksi kemanusiaan mereka itu cukup menjadi perhatian warga sekitar.
Pasalnya, keberadaan organisasi kecil ini terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.
Khususnya di lingkungan Bumiarjo, Surabaya, yang terus digaungkan oleh warga sekitar.
Penanggung jawab APD Mei Dian Dwi Chandra mengatakan, organisasinya merupakan wadah sosial yang dibentuk untuk membantu dan meringankan beban warga ketika mengalami kedukaan.
Organisasi kecil yang sudah hampir setahun dikelola ini sangat bisa menjadi percontohan.
“Tujuan kami dibentuk, karena kami ingin meringankan warga yang sedang berduka di sekitar kami,” ungkap Chandra, Kamis (7/3).
Ia mencontohkan, jika ada kematian maka APD sudah menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan.
Segala sesuatunya yang menyangkut keperluan jenazah, disiapkan oleh organisasi ini secara bergotong royong.
“Sebelum dimakamkan sampai proses pemakaman, bahkan acara tahlil hingga tujuh hari kita hendel. Iurannya juga tidak memberatkan, cukup Rp 10 ribu saja,” paparnya.
Ketua APD Ketoet menjelaskan, selain mempermudah warga, organisasi ini juga turut meringankan beban warga Bumiarjo saat ada yang berduka.
APD juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi anggota yang ketika mengalami kedukaan, kondisi keuangan sedang sulit.
“Yang jelas, kehadiran kami akan membantu meringankan beban biaya pemakaman dan mempermudah proses penyelenggaraan pemakaman serta meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” terangnya.
Meski dibangun dari semangat gotong royong, APD tetap ada ketentuannya. Di antaranya iuran bulanan Rp 10.000 per Kepala Keluarga (KK), layanan hanya untuk anggota yang tertera di KK dan tinggal di Bumiarjo, anggota yang tidak membayar iuran selama tiga bulan dianggap keluar/tidak aktif.
“APD hanya melayani pemakaman di area Surabaya serta ada beberapa ketentua lain yang sifatnya tidak memberatkan,” jelas Ketoet. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa